MATATELINGA: Para peserta yang lolos Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) tes dalam Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 saat ini tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti tes selanjutnya. Tes yang harus diikuti adalah Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). SKB terdiri dari psikotes, wawancara user, praktik kerja komputer (untuk formasi tertentu), serta tes substansi dan jabatan khusus.Banyak peserta yang memfokuskan diri pada psikotest lantaran merasa takut tidak lolos di tes tersebut. Padahal sebenarnya psikotes bukan sesuatu yang menyeramkan."Sebenarnya, psikotest itu untuk assessment potensi yang dimiliki seseorang, sesuai atau tidak dengan yang dibutuhkan perusahaan. Kalau tidak lolos jangan berkecil hati, bukan berarti orang tersebut bermasalah atau gimana," ungkap psikolog klinis dewasa, Arrundina Puspita Dewi, M.Psi saat dihubungi Okezone melalui pesan singkat, Selasa (4/12/2018). Arrundina menuturkan bila setiap orang memiliki potensi masing-masing. Potensi itu dapat terlihat dari jawaban yang diberikan melalui psikotest. Apabila hasil tes dinyatakan tidak lolos maka sebenarnya potensi itu tidak sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan oleh instansi maupun lembaga. Singkat kata, masih ada tempat lain untuk menyalurkan potensi tersebut. Sementara itu, berbicara mengenai soal-soal yang keluar saat psikotest, Arrundina mengatakan bila itu berkaitan dengan keperluan instansi maupun lembaga. "Kalau rekrutmen dan seleksi gitu pasti ada tes kecerdasan untuk tahu potensi kecerdasan kandidatnya bagaimana. Terus juga ada tes kepribadian yang bentuknya macam-macam, tergantung kebutuhan. Ada yang tes jawab pertanyaan atau menggambar," tambahnya. Pada akhirnya, peserta tes CPNS harus yakin dengan kemampuan dirinya sendiri saat mengerjakan soal psikotest. "Itu yang paling penting, karena kembali lagi, kita semua punya potensi masing-masing kok. Tinggal cari di mana tempat untuk bisa menyalurkan potensi itu," jelas Arrundina.Selain itu, dirinya juga menyarankan agar peserta mempersiapkan diri dengan baik sebelum menjalani tes. Mulai dari istirahat yang cukup di malam hari sebelum tes hingga sarapan pagi agar tidak blank saat mengerjakan tes. Sebab biasanya psikotest terdiri dari rangkaian tes."Saya tidak menyarankan baca buku-buku psikotest dan lainnya. Hal itu justru lebih banyak sesatnya daripada benarnya karena dapat memengaruhi cara peserta menjawab soal. Jadi ikuti saja instruksi yang dikasih tester pada saat tes," pungkas Arrundina.(Mtc/Okz)