Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Teknik Awet Muda Pakai Darah ABG, ini Temuannya

Teknik Awet Muda Pakai Darah ABG, ini Temuannya

Redaksi - Kamis, 10 Januari 2019 06:30 WIB
google
Ilustrasi
MATATELINGA: Berbagai cara dilakukan oleh orang untuk menutup tampilannya yang sudah tak muda lagi. Misalnya pada wanita dengan riasan atau gaya berpakaian bak remaja oleh pria dewasa. Tapi, tahukah Anda bila ada metode pengobatan aneh demi mencegah wajah yang terlihat menua?Mengutip dari Odditycentral, teknik ini disebut dengan ambrosia. Dinamakan dari makanan mitologi para dewa Yunani, sering digambarkan bahwa siapapun yang menyantap hidangan itu akan mendapatkan umur panjang bahkan hidup yang abadi.Tapi berbeda dengan hidangan, cara yang dilakukan untuk terlihat awet muda alah dengan mentransfer darah dari remaja berusia 16 hingga 25 tahun. Cukup dua jam saja, 2 liter plasma darah dari pendonor sudah bisa berpindah ke tubuh kliennya. Maka tidak heran jika metode ini membuahkan kontroversi. Adalah Jesse Karamazin, pendiri serta otak dibalik perusahaan Ambrosia Medical yang sudah ada sejak 2016 lalu. Dia mendapat ide untuk melakukan perawatan medis yang tak lazim ini setelah lulus dari Sekolah Medis Stanford.Karamazin berhasil mengembangkan metode ini setelah membaca beberapa hasil studi yang mengatakan bahwa tikus yang lebih tua bisa terlihat awet muda dan lebih bertenaga berkat donor darah dari tikus muda. Ia pun menjadi yakin bahwa teknik ini juga bisa diaplikasikan kepada manusia.Apa yang membuat teknik ini masih terdengar berbahaya adalah prosedurnya tidak mengharuskan Karamazin untuk mendapat ijin dari administrasi makanan dan obat-obatan setempat. Walau biasanya darah digunakan untuk menangani penyakit yang serius pada pasien, tapi Ambrosia Medical menawarkan teknik ini dengan tujuan perawatan anti-aging. Mencari donornya pun diakuinya cukup sulit, karena bank darah setempat tidak selalu mensortir darah berdasarkan usia ataupun tujuan peremajaan ini.Meski demikian, banyak orang dari Eropa dan Australia berbondong-bondong mencoba tawaran Karamazin. Lebih dari 150 transfusi sukses diterapkan dan sebagian dari mereka ketagihan untuk mencobanya lebih dari sekali.Karamazin pun mengundang perhatian media serta komentar para ahli yang menuai kritik. Misalnya ahli saraf dari Universitas Stanford Tony Wyss-Coray yang tak setuju dengan tindakan ini."Tidak ada bukti nyata dari kliniknya (bahwa pengobatan ini akan bermanfaat), dan pada dasarnya ia cuma mengusik kepercayaan orang serta kegembiraan publik dengan semua ini," ujarnya.Meski demikian, karena adanya permintaan maka kliniknya pun akan segera dibuka di New York, dengan patokan harga sekira Rp169 juta per transfusi. Batas usianya juga telah diturunkan dari orang berusia 35 menjadi 30.(Mtc/Okz)

Editor
:
Sumber
: Okezone

Tag:

Berita Terkait

Lifestyle

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Lifestyle

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Lifestyle

Rico Waas Tekankan Pembentukan Karakter dan Disiplin Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045

Lifestyle

Semarak Idul Adha, MPC PP Medan Sembelih 11 Sapi Qurban, M.Rahmaddian Shah : Pemuda Pancasila Besar karena Aturan dan Solidaritas

Lifestyle

Musa Rajekshah Apresiasi Semangat Berqurban Kader Pemuda Pancasila Sumut

Lifestyle

PAC PP Kecamatan Rantau Utara Gelar RPP tahun 2026