Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Penderita Diabetes Tipe 2 Ingin Aman Berpuasa Ramadhan, ini Kata Dokter

Penderita Diabetes Tipe 2 Ingin Aman Berpuasa Ramadhan, ini Kata Dokter

Redaksi - Jumat, 10 Mei 2019 06:15 WIB
Hand Over
Ilustrasi
MATATELINGA, Jakarta: Penderita diabetes tipe 2 mungkin khawatir untuk ikut menjalankan ibadah puasa. Namun banyak juga di antara penderita diabetes tersebut, memilih untuk tetap berpuasa di bulan Ramadan.Namun, di sisi lain berpuasa adalah kegiatan yang menantang bagi penderita diabetes tipe 2 karena mereka harus merubah pola makan dengan tetap mengontrol kadar gula darah, serta menggunakan insulin secara tepat. Oleh karena itu, perlu ada perhatian khusus untuk penderita diabetes tipe 2, khususnya dalam tata cara berpuasa agar tetap bisa menjalankan aktivitas seperti biasa dibulan Ramadan.Sebab diketahui, untuk penyintas diabetes memang cukup banyak tantangan dan resiko yang dihadapi oleh penderita diabetes tipe 2 dalam berpuasa. Sebut saja mulai dari memburuknya kendali gula darah, hipoglikemia, hingga risiko akan dehidrasi.Di saat menahan lapar dan dahaga dalam berpuasa, penderita diabetes tipe 2 memiliki resiko terjadinya hipoglikemia, dan ketika berbuka puasa mereka terpapar resiko meningkatnya kadar gula darah. Puasa di bulan Ramadan dapat berpengaruh terhadap penurunan berat badan dan perubahan komposisi tubuh, seperti bertambahnya jaringan Iemak bertambah dan berkurangnya jumlah massa otot yang mempengaruhi penurunan jumlah dan sensitivitas insulin.Lalu dengan sederet penjelasan di atas, sebetulnya apakah penyintas diabetes boleh untuk berpuasa layaknya orang normal lainnya? Sebagaimana dijelaskan oleh Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD, KEMD, FINA, selaku dokter penyakit dalam, para penyintas diabetes tidak perlu merasa khawatir dalam menjalankan ibadah puasa, sebab pada dasarnya puasa di bulan Ramadan sebagaimana mestinya boleh-boleh saja dilakukan."Pada dasarnya, penderita diabetes tipe 2 boleh saja berpuasa. Namun, mereka juga harus paham mengenai tantangan dan resiko yang dihadapi selama menjalankannya. Pasien diabetes tipe 2 diminta untuk tidak terlalu mengubah drastis pola makan, disarankan untuk mendapatkan asupan karbohidrat kompleks saat sahur dan karbohidrat sederhana saat berbuka," papar Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, saat ditemui wartawan, Kamis (9/5/2019) dalam acara "Diabetes dan Ramadan by Novo Nordisk" di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan, Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo menambahkan para penyintas diabetes memiliki pantangan untuk dikonsumsi, yang mana sebaiknya dituruti agar ibadah puasa bisa dijalani dengan aman tanpa gangguan."Selain itu, mereka juga wajib menghindari makanan siap saji, gorengan, serta makanan dan minuman bergula serta selalu patuh pada kalori yang boleh dikonsumsi. Selain itu, pasien juga dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter agar mengetahui solusi terbaik baik dari segi pola makan dan pengobatan selama berpuasa," tambah Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo.Dijelaskan lebih lanjut, agar penyintas diabetes tipe 2 dapat tetap sehat dalam menjalankan puasa, idealnya ada tatalaksana diabetes yang semuanya dirangkum dalam empat pilar pengendalian diabetes. Empat pilar tersebut pertama adalah edukasi, pemahaman yang menyeluruh mengenai penyakit diabetes. Kedua, pengaturan makan dengan jumlah yang sudah ditentukan serta menghindari makan berlebihan dan berlemak tinggi.Ketiga, melakukan kegiatan jasmani secara rutin yang dapat dilakukan sehari-hari misalnya berjalan kaki, menggunakan tangga, bersepeda, dan berenang atau dengan kata lain tipe olahraga yang berirama. Keempat adalah terapi farmakologi yang terdiri dari obat oral dan bentuk suntikan. Tujuan tatalaksana pasien diabetes tipe 2 ini adalah membantu menurunkan kadar glukosa darah menjadi normal atau mendekati normal, sehingga mencegah terjadinya komplikasi pada pasien.(Mtc/Okz)

Editor
:
Sumber
: Okezone

Tag:

Berita Terkait

Lifestyle

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Lifestyle

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Lifestyle

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui

Lifestyle

Salah Satu Kunci Untuk Hidup Sehat dan Lebih Lama, Lakukan Ini

Lifestyle

Ada Sembilan Faktor Menyebabkan Wanita Kanker Payudara, Ayo Baca Disini

Lifestyle

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk