MATATELINGA, Jakarta: Memang, banyak yang menyerahkan pada takdir jenis kelamin anaknya. Padahal, bisa loh memperbesar kesempatan anak laki-laki atau perempuan lewat jadwal seks. Bagi pasangan suami-istri pasti memiliki keinginan untuk memperoleh anak, baik laki-laki atau perempuan.Untuk itu, jadwal berhubungan seks harus diatur dengan sangat teliti. Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr Boy Abidin, SpOG menjelaskan, ketika seorang calon ibu ingin melahirkan bayi laki-laki atau perempuan, harus memerhatikan jadwal berhubungan seks. "Punya bayi laki-laki atau perempuan, berdasarkan teori bisa diatur, tapi memang lebih besar kehendak Tuhan," ungkap dr Boy, seperti dilansir Okezone.Menurut dr Boy, hal yang menentukan terjadinya kehamilan anak laki-laki dan perempuan komponen X dan Y. Selain itu, kualitas sperma suami juga sangat menentukan. Saat komponen X bertemu sel telur, calon janin bayi perempuan akan lahir. Sementara komponen Y bertemu dengan sel telur, terwujudlah calon janin bayi laki-laki.Dia menyebut, ketika pasangan ingin punya anak lelaki, sebaiknya bercinta di saat masa subur. Sperma komponen Y lebih dominan pada saat itu."Kalau ingin calon janin perempuan, lebih baik bercinta ketika bukan masa subur. Gerakan spermanya lebih lambat, jadi butuh waktu 1-2 hari ovulasi," bebernya.Teori berikutnya, jelas dr Boy, bisa dengan cara inseminasi. Dokter akan mencarikan komponen X dan Y yang kualitasnya bagus."Kalau pakai inseminasi, (tanpa berhubungan seks) pasangan tidak perlu khawatir gagal. Karena kualitas sperma pasti dipilih yang kualitasnya tinggi," sebutnya.