Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Mengulik Kisah ke Ikhlasan Ummu Salamah

Mengulik Kisah ke Ikhlasan Ummu Salamah

Redaksi - Senin, 02 September 2019 07:45 WIB
Hand Over
Ilustrasi
MATATELINGA: Kaum Hawa hatinya cukup rapuh tapi dia akan tetap kuat menanggungnya, selain itu, perempuan juga diciptakan sebagai manusia tangguh karena fitnah akan mudah datang. Seperti kisah Ummu Salamah, tetap tegar walau harus kehilangan suami tercintanya.

[adx]

Suaminya yaitu Abu Salamah tewas di pangkuan Ummu Salamah karena mengalami luka yang parah, setelah pulang dari Perang Uhud kala itu. Akibatnya dia harus jadi seorang janda dan anak-anaknya kini menyandang status yatim.

Saat itu Rasulullah SAW pun datang bertazkiyah ke kediaman Abu Salamah dan menenangkan Ummu Salamah, agar tetap tabah menghadapi musibah.

Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja dari hamba yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan Innaa Lillahi Wa Innaa Ilaihi Raaji'un. Allahumma'jurnii Fii Mushibhatii Wa Akhlif Lii Khoiron Minhaa, maka Allah akan memberinya ganjaran dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik".

Rasulullah pun sempat menasihati Ummu Salamah, supaya tetap tawakal, ikhlas menghadapi ujian karena suaminya kini sudah kembali kepangkuan Allah SWT. Kemudian Rasulullah pun mendoakan.

"Ya Allah, berilah ketabahan atas kesedihannya, hiburlah dia dari musibah yang menimpanya, dan berilah ia pengganti yang lebih baik untuknya," doa Rasulullah untuk Ummu Salamah.

Ummu Salamah pun mengikuti masa idah, yaitu menutup diri selama beberapa bulan setelah suaminya wafat. Sebab kini dia sudah menjadi janda.

Benar saja, setelah Ummu Salamah menyelesaikan masa idahnya dia mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik. Saat bulan Syawal, dia dilamar oleh Rasulullah. Ummu pun tidak menyangka, jika kekasih Allah yang akan mendampinginya setelah Abu Salamah meninggal.

Ummu Salamah juga berkata, "Ketika Abu Salamah meninggal dunia aku mengatakan, 'Siapa yang lebih baik dari Abu Salamah (sahabat Rasulullah SAW)?'. Kemudian Allah memberikan petunjuk padaku (aku tawakal dan pasrah kepada Allah) untuk tetap mengucapkan bacaan tadi." Lalu Ummu Salamah pun berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun akhirnya menjadi suamiku." (HR. Muslim, no. 918).

[adx]

Dari kisah Ummah Salamah jadi pelajaran, bahwa secinta apapun terhadap makhluk-Nya ketika maut menjemput, maka semua akan terputus.

"Sungguh ajaib urusan orang beriman itu, apa pun yang datang kepadanya semuanya berujung kebaikan. Jika ia diberikan kenikmatan ia bersyukur, itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa kesusahan ia bersabar, maka itu baik baginya," jelas Rasulullah SAW dalam sabdanya. (HR Muslim).

(Mtc/Okz)

Editor
:
Sumber
: Okezone

Tag:

Berita Terkait

Lifestyle

Gaya Hidup Sehat Remaja: Kunci Menciptakan Generasi yang Produktif dan Berkualitas

Lifestyle

Membangun Manusia, Bukan Sekadar Infrastruktur

Lifestyle

Halte Bus Listrik di Jalan Gatot Subroto: Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?

Lifestyle

Macet Hari Ini, Harapan untuk Medan Esok Hari

Lifestyle

Ini Dia Produk Varian Molto Yang Bisa Anda Dapatkan di Blibli

Lifestyle

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?