MATATELINGA, Jakarta: Banyak mitos dan fakta seputar tidur yang masih beredar luas di kalangan masyarakat. Salah satunya adalah remaja yang suka tidur di kelas dikenal malas.Bukan itu saja, ada juga mitos dan fakta lain seputar tidur yang cocok dibahas saat World Sleep Day. Dilansir dari National Sleep Foundation, Jumat (13/3/2020), ini dia ulasannya.Faktanya, menurut para ahli tidur, remaja membutuhkan setidaknya 8 hingga 10 jam tidur setiap malam. Bila dibandingkan dengan rata-rata orang dewasa, yang hanya memerlukan 7-9 jam setiap malam. Jam biologis internal mereka, juga membuatnya terjaga di malam hari dan membuat mereka tidur di pagi hari.Tapi, banyak sekolah memulai kelas di pagi hari ketika tubuh seorang remaja ingin tidur. Akibatnya, banyak remaja yang datang ke sekolah, dalam kondisi mengantuk untuk belajar, bukan karena kesalahan mereka sendiri.Sulit tidur hanyalah satu dari empat gejala yang umumnya dikaitkan dengan insomnia. Beberapa masalah lain adalah bangun terlalu dini dan tidak bisa tidur lagi, sering terbangun, dan bangun dengan perasaan tidak segar.Insomnia bisa berupa gejala gangguan tidur atau masalah medis atau psikologis atau kejiwaan lainnya, juga sering dapat diobati. Menurut jajak pendapat Sleep in America 2002 dari National Sleep Foundation, 58 persen orang dewasa di negara ini melaporkan setidaknya satu gejala insomnia pada tahun lalu.Ketika gejala insomnia terjadi lebih dari beberapa kali seminggu, serta berdampak pada fungsi siang hari seseorang. Sementara itu, gejala tersebut harus didiskusikan dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan lainnya.