MATATELINGA, Jakarta: Baru-baru ini bilik disinfektan yang dianggap ampuh cegah persebaran corona, malah dikatakan berbahaya bagi kesehatan oleh WHO. Selain itu, masih banyak hal-hal yang tampaknya luput perhatian terkait dengan pandemi virus corona COVID-19.Nah, salah satu yang masih menjadi pertanyaan adalah, apakah virus corona COVID-19 bisa menempel pada uang kertas? Peneliti National Institutes of Health (NIH) pun membandingkan umur coronavirus COVID-19 pada permukaan dengan coronavirus SARS.Seorang ahli epidemiologi di University of North Carolina, Rachel Graham, mengatakan, virus akan lebih menempel pada permukaan yang halus dan tidak keropos seperti meja. Tapi, untuk permukaan yang tidak rata, seperti uang, rambut dan kain, tidak memungkinkan karena virus tidak bisa pindah.Menurutnya, hal ini lantaran uang harus dianggap sebagai benda kotor, lantaran sudah banyak berpindah tempat dan tangan. "Aturan dasar sebenarnya adalah menganggap uang kotor, karena memang demikian. Terlalu banyak berpindah-pindah," sebutnya.Memang, umur tepat virus tergantung pada banyak faktor, termasuk suhu, kelembaban, dan jenis permukaan di sekitarnya. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh NIH melihat virus dapat bertahan hidup selama 2 hari pada baja, 4 hari jika menempel di kayu dan kaca, serta 5 hari pada logam, plastik, dan keramik.[br]Mereka menemukan bahwa kedua virus Corona hidup paling lama dengan stainless steel dan polypropylene, sejenis plastik yang digunakan dalam segala hal, mulai dari mainan hingga bagian mobil. Kedua virus bertahan hingga tiga hari di plastik, dan coronavirus bertahan hingga tiga hari di atas baja.Studi Journal of Hospital Infection juga menemukan bahwa lonjakan suhu membuat perbedaan dalam rentang hidup coronavirus.Lompatan 18 derajat Fahrenheit atau 7 celcius, dari 20 derajat ke 30 derajat, mengurangi umur hidup virus di permukaan baja setidaknya setengah.Jadi, kelembaban yang lebih tinggi, suhu sedang, angin rendah, dan permukaan padat semuanya akan mempengaruhi kelangsungan hidup virus Corona. Itu karena beberapa coronavirus, termasuk yang baru ini, memiliki amplop virus: lapisan lemak yang melindungi partikel virus ketika bepergian dari orang ke orang di udara. Selubung itu bisa mengering dan membunuh virus.