Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Soal Kartun Nabi Muhammad, Jokowi Kecam Terhadap Pernyataan Presiden Prancis

Soal Kartun Nabi Muhammad, Jokowi Kecam Terhadap Pernyataan Presiden Prancis

- Minggu, 01 November 2020 13:48 WIB
mtc|net

MATATELINGA, Jakarta: Terkait pernyataan Presiden Prancis soal kartun nabi Muhammad ditanggapi oleh Presiden Joko Widodo mengecam kekerasan yang terjadi di Paris dan Nice.

Jokowi juga menyampaikan kecaman terhadap pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron yang menghina umat Islam karena ingin mempublikasikan karikatur Nabi Muhammad.

Jokowi bersama Ma'ruf Amin dan beberapa jajaran Kabinet Indonesia Maju hari ini melakukan pertemuan dengan sejumlah organisasi keagamaan.

Di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).

Kemudian, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), dan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin).

Ada beberapa hal yang dibahas, terutama soal dinamika persaudaraan antar-umat beragama.

"Khususnya, terkait dengan persaudaraan antara-umat beragama," kata Jokowi dalam jumpa pers yang disiarkan kanal Sekretariat Presiden, Sabtu (31/10).

Usai pertemuan, Jokowi menyampaikan pernyataannya. Ia mengecam tindakan kekerasan di Prancis dan Nice. Kasus kekerasan itu yakni pemenggalan seorang pria di pinggiran kota Paris dan penusukan di kota Nice.

Kemudian, Jokowi juga menyampaikan kecaman Indonesia terhadap Presiden Perancis Emmanuel Macron yang menghina umat Islam. Jokowi menilai penyataan Macron itu bisa memecah belah persatuan antar umat beragama.

Jokowi menilai mengaitkan agama dengan tindakan terorisme merupakan kesalahan besar. Hal tersebut terkait komentar kontroversial Macron saat memimpin penghormatan untuk guru Prancis yang menjadi korban kekerasan itu.

Macron bersumpah, Prancis 'tidak akan menghentikan kartun' dan menyebut sang guru dibunuh 'karena Islamis menginginkan masa depan kita'.

Macron juga menyatakan perang terhadap 'separatisme Islam', yang diyakininya telah mengambil alih sejumlah komunitas muslim di Prancis.

"Indonesia mengajak dunia mengedepankan persatuan dan toleransi beragama untuk membangun dunia yang lebih baik," kata Jokowi.

Berikut pernyataan lengkap Jokowi yang mengecam tindakan kekerasan di Prancis dan Nice serta tanggapan dari ucapan Presiden Macron:

Hari ini saya bersama Bapak wakil presiden beserta para pemuka agama dari MUI dari Nahdlatul Ulama dari Muhammadiyah dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), dari PGI, dari PHDI, dari Permabudhi dan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia, bersama dengan para menteri baru saja membahas perkembangan dunia. Khususnya, terkait dengan persaudaraan antara umat beragama.

Yang pertama, Indonesia mengecam keras terjadinya kekerasan yang terjadi di Paris dan Nice yang telah memakan korban jiwa.

Yang kedua, Indonesia juga mengecam keras pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam, yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia, yang bisa memecah belah persatuan antar umat beragama di dunia di saat dunia memerlukan persatuan untuk menghadapi pandemi virus corona.

Dan kebebasan berekspresi yang mencederai kehormatan kesucian serta kesakralan nilai-nilai dan simbol agama sama sekali tidak bisa dibenarkan dan harus dihentikan. Mengaitkan agama dengan tindakan terorisme sebuah kesalahan besar.

Terorisme adalah terorisme. Teroris adalah teroris. Terorisme tidak ada hubungannya dengan agama apapun.

Terakhir, Indonesia mengajak dunia mengedepankan persatuan dan toleransi beragama untuk membangun dunia yang lebih baik.

Editor
:
Sumber
: detik

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Nasional

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui

Nasional

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk

Nasional

Pemprov Sumut Genjot Pembangunan Infrastruktur Terpadu Lewat Program INSTANSI

Nasional

Polwan Polda Sumut Laksanakan Pengamanan Aksi Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Sumut, Dengan Humanis

Nasional

Bakamla RI Siap Dorong Ekonomi Maritim Indonesia