MATATELINGA, Yogjakarta: Dalam enam jam tercatat gunung yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah ini, empat kali mengeluarkan guguran lava pijar. Gunung Merapi mulai menunjukkan ciri khas erupsinya dengan lava pijar.Guguran lava pijar yang terjadi dominan menuju ke arah barat atau menuju ke hulu Kali Krasak dikatakan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida."Memang teehsis empat kali guguran lava pijar sejak pukul 18.00 WIB sampai dengan pukul 24.00 WIB pada hari Selasa (5/1 /2021). Namun jarak luncurnya masih pendek," sebutnya, Rabu (6/1/2021)." Karena perubahan status Merapi selain analisa kondisi magma juga berdasarkan tingkat bahaya ke warga masyarakat. Dari catatan BPPTKG dari empat peristiwa guguran lava pijar tersebut, jarks maksimum luncuran 400 meter. Dengan kondisi ini pihaknya belum melakukan perubahan status Merapi.Nah jarak luncur masih pendek sehingga status masih siaga atau level III," sebutnya.Dalam enam jam tersebut, cuaca di puncak Merapi dilaporkan berawan dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan barat. Suhu udara 14-20 °C, kelembaban udara 74-90 %, dan tekanan udara 567-686 mmHg." seksi. Empat kali lava pijar juga terdengar dua kali gemuruh guguran," kata dia.Secara kegempaan kata Hanik dalam enam jam tersebut terjadi 23 kali gempa guguran, 11 kali gempa hembusan, 75 kaki gempa fase banyak. Sedangkan gempa tektonik jauh sebanyak satu kali dan gempa vulkanik dangkal sebanyak 16 kali.