Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Jangan Karena Sudah Divaksin, Kita Jadi Tak Disiplin Prokes 3M

Jangan Karena Sudah Divaksin, Kita Jadi Tak Disiplin Prokes 3M

- Senin, 18 Januari 2021 15:30 WIB
Matatelinga/Istimewa
Vaksin    

MATATELINGA, Jakarta : Adaptasi perubahan perilaku untuk mencegah COVID-19 dan menjadi lebih sehat dengan 3M memang tidak mudah. Tapi ini harus dilakukan untuk kebaikan bersama. Dengan dipelopori oleh Presiden Joko Widodo yang menjalani vaksinasi COVID-19 perdana pada Rabu (13/1), Indonesia menjadi negara pertama dalam Organisasi WHO South-East Asia region yang memulai vaksinasi massal COVID-19.Adapun 11 negara anggota WHO South-East Asia, yaitu Bangladesh, Bhutan, Korsel, India, Maldives, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, Thailand, Timor-Leste, dan Indonesia.

Vaksinasi COVID-19 penting untuk memutus rantai penularan COVID-19, memberikan perlindungan kesehatan dan keamanan pada masyarakat Indonesia, serta membantu percepatan proses pemulihan ekonomi. Mayoritas penduduk perlu mendapatkan vaksin untuk menciptakan kekebalan komunal (herd immunity). “Salah satu upaya penanganan pandemi dengan menghadirkan kekebalan komunitas atau herd immunity,” jelas Prof. Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Senin (18/1/2021).Vaksinasi tahap awal menyasar pada tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan menghadapi COVID-19 dan ditargetkan selesai pada Februari 2021. Selanjutnya dilakukan tahapan vaksinasi pada petugas publik lalu kelompok masyarakat lainnya. Pemerintah mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam program vaksinasi. Vaksin COVID-19 produksi Sinovac telah mengantongi izin penggunaan darurat dari BPOM dan fatwa halal MUI.

Tahap awal vaksinasi ini merupakan langkah tepat dan layak diapresiasi. Namun, dengan adanya vaksin ini jangan membuat lengah. “Pada prinsipnya siapa pun yang sudah vaksinasi tidak boleh meninggalkan protokol kesehatan (3M) sampai pandemi dinyatakan berakhir. Tetap pakai masker yang benar, jaga jarak dengan menghindari kerumunan, dan rajin cuci tangan,” tegasnya.

Prokes 3M ini upaya sederhana untuk melindungi diri dan orang lain di sekitar. Sinergi dan gotong royong menjadi kunci dalam menghadapi pandemi COVID-19. Keberhasilan penanganan pandemi COVID-19 bergantung pada kontribusi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.Pemerintah telah menyediakan vaksin COVID-19 secara gratis dan semua lapisan masyarakat masyarakat harus berperan aktif dengan tetap disiplin menjalankan prokes 3M. “Adaptasi perubahan perilaku untuk mencegah COVID-19 dan menjadi lebih sehat dengan 3M memang tidak mudah. Tapi ini harus dilakukan untuk kebaikan bersama,” tutup Prof. Wiku.

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Kolaborasi Korpri dan Biofarma, ASN Sumut Antusias Ikuti Vaksinasi HPV

Nasional

Pemkab Simalungun Sampaikan Nota Pengantar LKPJ TA 2025 ke DPRD

Nasional

Kanwil Kemenagsu Gelar Penandatanganan Pernyataan Komitmen Bersama PMBM TP 2026/2027

Nasional

RS Adam Malik Lakukan Imunisasi Campak Bagi Nakes

Nasional

Malam Nuzulul Qur'an 1447 H Digelar Di Masjid H.Achmad Bakri Kisaran

Nasional

PC SEMMI dan LNMD Demo Kantor Walikota Medan