Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Gatot Nurmantyo: Tolak Tawaran Ketum Demokrat dan Ingat Jasa SBY, Apalagi Beliau Tentara

Gatot Nurmantyo: Tolak Tawaran Ketum Demokrat dan Ingat Jasa SBY, Apalagi Beliau Tentara

Redaksi - Minggu, 07 Maret 2021 11:15 WIB
Hand Over
Jendral  (Purn) Gatot Nurmantyo
MATATELINGA, Jakarta: Gatot Nurmantyo mengaku pernah ditawari kursi Ketua Umum Partai Demokrat oleh pihak tertentu. Namun ia menolaknya, karena jalan untuk menduduki kursi tersebut dengan cara melengserkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Hal tersebut dikatakan Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal, merespons pertanyaan keterlibatan Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko untuk mendongkel kepemimpinan AHY di Demokrat.

Pernyataan ini diucapkan Gatot dalam tayangan YouTube Bang Arief sebagaimana dilihat dan dilansir MNC Portal, Minggu (7/3/2021).

Mulanya Gatot enggan berkomentar soal keterlibatan Moeldoko. Lalu ia bercerita pernah ditawari kursi pimpinan Demokrat dengan cara melengserkan AHY terlebih dulu. Pada saat itu juga Gatot langsung menolak tawaran tersebut.

"Ada juga yang datang ke saya. (Mereka) datang, oh menarik juga, gimana prosesnya? 'Begini pak nanti kita bikin KLB, nanti yang dilakukan adalah kita menjatuhkan, mengganti AHY dulu (lewat) mosi tidak percaya akhirnya AHY turun.

Setelah AHY turun baru pemilihan, bapak pasti deh nanti begini begini'..," kata Gatot menirukan ucapan orang yang menawarinya kursi pimpinan Demokrat.

Gatot langsung menolak tawaran tersebut. Pasalnya, ketika masih berkarier di TNI, ia teringat jasa Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang telah membesarkan dirinya. Gatot tercatat diangkat menjadi Pangkostrad dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di era SBY.

"Begini lho, saya ini bisa naik bintang satu, dua, tarolah itu biasa lah, tapi kalau naik bintang tiga pasti Presiden tahu, jabatan Pangkostrad pasti presiden tahu, apalagi Presidennya tentara pada saat itu Pak SBY, tidak sembarangan.

[br]

Bahkan (ketika) saya Pangkostrad dipanggil oleh SBY ke Istana, 'kamu akan saya jadikan KSAD,' saya terima kasih atas penghargaan ini dan akan dipertanggung jawabkan," sebutnya.

Ketika menunjuk Gatot menjadi KSAD, SBY hanya berpesan agar Gatot bertugas secara profesional dan mencintai prajurit beserta keluarganya dengan tulus. SBY tidak berpesan hal lain dalam pembicraan itu.

"Beliau tidak titip-titip apa dan pesan lain-lain lagi. Maksud saya begini, apakah iya saya dibessarkan oleh dua Presiden, pertama Pak SBY dan Pak Jokowi. Terus saya membalasnya dengan mencongkel anaknya?" sebutnya lagi.

Gatot tidak ingin mencongkel kepemimpinan AHY meski mendapat tawaran untuk menduduki kursi Demokrat. Ia tidak ingin hal-hal baik yang sudah diberikan SBY, dibalasnya dengan ketidakbaikan.

"Ini kan kita lagi viral puma nerkam orang utan terus ternyata begitu ada anaknya gak jadi dimakan, akhirnya diangkat sama dia dan diamankan sama dia. Itu binatang. Lalu value (nilai) apa yang akan saya berikan kepada anak saya? Oh dia itu anak gak beradab tuh, udah dijadikan KSAD sama ini, anaknya jabat malah digantiin karena ambisi," diakhir penjelasannya.

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Gatot Nurmantyo Belum Bisa Komentar, Dianugerahkan Bintang Mahaputera

Nasional

TKN Angkat Bicara, Ucai Beredar Kabar Gatot Merapat ke Prabowo-Sandi

Nasional

Gatot Nurmantyo Sambangi Trump Tower, Galang Dukungan?

Nasional

Saling Tuding dalam Kasus Pembelian Heli AW-101

Nasional

Gatot Diprediksi Ikut Bursa Pilpres, Relawan Dorong Merapat Ke Gerindra

Nasional

Capres 2019, Gatot Nurmantyo dan Prabowo Subianto