Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Unik ! Sebelum Memulai Transaksi Jual-Beli, Lagu Indonesia Raya Berkumandang di Pasar

Unik ! Sebelum Memulai Transaksi Jual-Beli, Lagu Indonesia Raya Berkumandang di Pasar

- Senin, 12 April 2021 06:15 WIB
Ilustrasi
MATATELINGA. Madiun - Biasanya lagi dikumandangkan sebelum kegiatan transaksi jual beli. Ada yang unik di Pasar Pundensasi yang ada di Desa Gunungsari, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun. Di mana prosesi menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan Pancasila di lakukan setiap hari di pasar kuliner jadul itu dimulai.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Gunungsari, Bernadi Sabit Dangin, mengatakan sebelum kegiatan transaksi penjualan di Pasar Pundensari dibuka, terlebih dahulu menyanyikan lagu Indonesia Raya dan membacakan Pancasila. Ini bertujuan untuk membangkitkan rasa nasionalisme warga yang berkunjung di pasar tersebut.

Baca Juga:Ciptakan Rasa Aman Kepada Masyarakat, Batalyon C Brimob Sumut Lakukan Patroli Sambang Ke Gereja

“Prosesi ini sudah lama dilakukan oleh pengunjung dan pedagang. Bahkan sempat ada yang menangis saat menyanyikan lagu kebangsaan ini,” ujar dia.

Seperti pantauan di Pasar Pundensari, Minggu 11 April 2021, puluhan pedagang dan pengunjung pasar berdiri kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya dan kemudian membacakan Pancasila. Pedagang dan pengunjung pasar terlihat khidmat saat menyanyikan lagu kebangsaan tersebut.

Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya ini, baru para pedagang dan pengunjung bisa melakukan transaksi jual beli. Di pasar wisata Desa Gunungsari ini, transaksi jual beli dilakukan dengan menggunakan duit pering. Transaksi tidak diperkenankan menggunakan uang tunai rupiah.

“Kalau mau beli di pasar ini harus menggunakan duit pering. Kami sudah sediakan loket untuk penukaran uang rupiah dengan duit pering. Besarannya dari mulai Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, dan Rp20.000,” ujar Bernad.

Kuliner Pasar

Kuliner yang dijual di Pasar Pundensari ini sebagian besar makanan tradisional, seperti sego brokohan, satai tahu, es gempol, jajanan pasar, nasi pecel, es dawet, dan lainnya. Di pasar wisata ini, pengelola juga menyediakan tempat duduk dan meja untuk makan di tempat.

Pasar ini sengaja tidak menggunakan plastik sekali pakai, lanjut Bernad, ini untuk mengedukasi masyarakat terhadap penggunaan plastik sekali pakai. Ini menjadi langkah kecil untuk mengubah perilaku masyarakat yang sangat tergantung pada penggunaan plastik sekali pakai.

“Di sini sama sekali tidak boleh pakai plastik sekali pakai dan sedotan,” ujar dia.

Pasar Pundensasi ini hanya dibuka setiap Minggu, mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Untuk pengunjung pasar ini, setiap kali buka bisa mencapai 1.000 orang. Sebagian besar pengunjung yang datang ke sini adalah warga yang ingin berwisata di pasar dengan nuansa yang berbeda.

Seperti dikatakan salah seorang pengunjung Pasar Pundensasi, Yusron. Warga Kecamatan Dolopo ini mengaku sangat tertarik dengan konsep pasar wisata ini. Menurutnya, kuliner yang ditawarkan di pasar ini sangat beragam.

“Tadi mencicipi nasi brokohan, rasanya lumayan. Tempatnya yang istimewa, kita seperti menyantap kuliner di era zaman dahulu,” ujar dia. (Mtc/Okz)

Editor
: Rizky
Sumber
: Okezone

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Ketika Surat Kuasa Berubah Jadi Jerat Pidana, Putusan Togar Situmorang Dipersoalkan

Nasional

Wanita Lansia Viral Curi Tas di Pasar Petisah

Nasional

Pimpin Apel Awal Mei, Kajari Olan Pasaribu Tekankan Pentingnya Tanggungjawab Dalam Menjalankan Tugas

Nasional

Tekanan Global dan Pelemahan Rupiah Membebani Pasar Finansial Domestik

Nasional

Coba-coba Ngedar Upal di Pasar H.Misbah Kisaran

Nasional

Tiga WNA diduga Terlibat Prostitusi Daring, Imigrasi Denpasar Bertindak