MATATELINGA. Jakarta - Hara Raya Idul Fitri 1442 H tak seperti hari raya sebelum-sebelumnya yang bebas berpergian seperti mudik ke kampung halaman berjumpa dan berkumpul bersama sanak saudara. Kali ini mudik dilarang, namun masih ada saja masyarakat yang nekat pulang kampung. Bahkan, ada yang nekat menerobos titik penyekatan yang dilakukan aparat, seperti di Karawang, Jawa Barat.Belakangan didapati banyak masyarakat terpapar Covid-19 saat dilakukan tes swab di titik penyekatan ketika ingin kembali ke Jakarta. Polda Metro Jaya pun memastikan penyekatan arus balik pemudik diperpanjang.Berikut fakta-fakta diperpanjangnya penyekatan arus balik:
Baca Juga:Kodrat Shah : Kader Hanura Diminta Persiapkan Verifikasi 20221. Waspada klaster libur lebaranMasyarakat DKI Jakarta dan sekitarnya untuk mewaspadai lonjakan kasus Covid-19 dari klaster libur lebaran selama dua pekan ke depan."Selanjutnya hingga pertengahan Juni kita tetap waspada itu arahan saya kepada seluruh Bhabinkamtibmas tetap waspada dan turun ke lapangan lakukan deteksi lakukan monitoring kita ada kasus segera lakukan langkah-langkah optimal," kata Kapolda Metro.
2. Penyekatan arus balik hingga 31 Mei 2021Polda Metro Jaya memutuskan memperpanjang penyekatan arus balik pemudik. Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran belum ada perintah untuk menyudahi penyekatan yang dilakukan di sejumlah titik.[br]
3. Polda Metro Jaya pastikan DKI Jakarta tetap sehatPolda Metro Jaya ingin meminimalisir kasus Covid-19 wilayah Ibu Kota. Kapolda Metro pun siap untuk memastikan Jakarta tetap sehat.
4. Bhabinkamtibmas diminta kolaborasiKapolda Metro meminta Bhabinkamtibmas bersama tiga pilar untuk berkolaborasi, bersinergi meningkatkan testing, tracing, treatment (3T) berbasis komunitas.
5. Pemudik bebas Covid-19 akan ditempel stikerPemudik yang dinyatakan tidak terpapar Covid-19, kata Kapolda Metro, jajarannya akan menempelkan stiker."Pendataan pemudik kemudian memastikan pemudik bebas Covid-19 dengan metode stiker agar dilaksanakan secara maksimal dan jika ada kasus reaktif atau positif setelah kembali harus mengambil langkah kuratif yang signifikan," ucapnya. (Mtc/Okz)