Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Tinjau Smart Kampung Desa Sukojati, Mendagri Ingin Inovasi di Banyuwangi Direplikasi

Tinjau Smart Kampung Desa Sukojati, Mendagri Ingin Inovasi di Banyuwangi Direplikasi

- Sabtu, 05 Juni 2021 16:25 WIB
Mtc/ist
MATATELINGA,Banyuwangi- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau Desa Sukojati di Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Jumat (4/6/2021).

Dalam kunjungannya ke desa yang telah dinyatakan bertranformasi sebagai Smart Kampung itu, Mendagri menyatakan kekagumannya atas inovasi yang dijalankan di Desa tersebut. Menurutnya, hal itu menjadi bukti salah satu keberhasilan dana desa di era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Saya jujur melihat smart kampung ini selain masalah desain dari lingkungan kantor kepala desanya, menurut saya ukurannya untuk tingkat desa ini sangat bagus, ini lebih luar biasa pendapat saya, artinya dana desa yang dituju oleh Bapak Presiden itu tidak sia-sia, Rp.72 trilliun, paling tidak di sini kita melihat contoh yang baik,” pujinya.

Tak berhenti di situ, kekaguman Mendagri juga tertuju pada sistem yang dibangun di Desa Sukojati yang mendukung pelayanan publik semakin mudah karena memotong sejumlah birokrasi.

Di sistem yang sama, masyarakat tak hanya diberikan kemudahan untuk mengurus data kependudukannya, tapi juga mengurus 22 urusan yang berbeda.

“Kita lihat tadi sistemnya, kaget saya, saya tahu di Kemendagri ada Anjungan Dukcapil Mandiri, khusus untuk masalah kedukcapilan, tapi tadi saya melihat lebih kompleks lagi, karena bukan hanya masalah kependudukan catatan sipil tetapi juga ada IMB, ada sekitar 22 lebih, sehingga orang cepat untuk memberikan layanan publik, cepat sekali, dengan memotong banyak birokrasi,” bebernya.

[br]Sistem yang diawasi oleh petugas itu kembali menuai pujian dari Mendagri. Ia pun mengaku perlu belajar dari sistem yang dibangun di desa tersebut karena memberikan kemudahan pelayanan dengan mengintegrasikan teknologi informasi dan sumber daya manusia (SDM) sekaligus.

“Tapi yang lebih menarik di sini adalah SDM-nya, membuat SDM bisa mengawasi sistem itu berat, karena membutuhkan latihan, kemauan, ini contoh yang saya lihat. Camat, kepala desanya beliau bisa, tanda tangan elektronik, saya belum sekarang ini, jujur, saya harus belajar dengan Pak Kepala Desa, ini bisa menjadi model,” ujar Mendagri.

[br]Mendagri juga mengalamatkan apresiasinya pada sistem yang dibangun dan inovasi yang dilakukan di Kabupaten Banyuwangi secara keseluruhan. Dari mulai bandar udara sebagai pintu kedatangan para wisatawan yang terlihat apik, hingga tata kelola lingkungan yang masih terjaga. Ia pun berharap, inovasi ini dapat direplikasi di daerah lainnya.

“Saya ingin belajar dari Banyuwangi, dan itu direplikasi di daerah lain, kita juga bisa mengambil pelajaran dari yang lain, setelah itu tiru,” pungkasnya.

Puspen Kemendagri

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Bobby Nasution Mulai Berkantor di Kepulauan Nias, Tinjau Pendidikan, Infrastruktur, dan Kesehatan

Nasional

Rakernas MPK Indonesia Jadi Momentum Bangun SDM Unggul

Nasional

Bobby Nasution Beri Semangat Dua Putra-Putri Sumut yang Lolos Paskibraka Nasional

Nasional

Kapolda Sumut Pimpin Sertijab 24 Pejabat Utama dan Kapolres, Tekankan Integritas serta Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat

Nasional

PRSU ke-50 Sukses Gemakan Pembangunan Sumut, Tiket Seimbang dengan Pengalaman yang Memuaskan

Nasional

Taekwondo Polda Sumut Ukir Prestasi Gemilang di Kapolri Cup 7, Borong Medali dan Harumkan Nama Institusi Polri