MATATELINGA. Jayapura â€" Pergelaran Pekan Olahraga Nasioanal (PON) XX Papua 2021 diserang covid-19. Zainudin Amali selaku Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, langsung mengambil langkah untuk menangani kasus tersebut. Menpora langsung mengerahkan berbagai pihak guna melakukan tracing."Secepatnya saya akan koordinasi dengan Panwasrah dan Bidang Kesehatan PB PON dan Satgas untuk tracing. Dari informasi, yang satu kamar dengan mereka begitu di tracing negatif. Kita harus tahu dari mana terkena karena ini buble to buble," kata Amali, dalam keterangan seperti dilansir oleh okezone, Rabu (06/10/2021).Tracing tersebut diharapkan untuk mempercepat penelusuran, mengingat masa inkubasi 7-14 hari. Yang dikhawatirkan, para atlet sudah terkonfirmasi positif hanya belum terdeteksi.
Baca Juga:Ribuan Anak Sekolah Serbu Kejati Sumut"Saat di PCR memang belum terlihat jika baru satu atau dua hari, setelah disini masuk inkubasi baru terlihat saat mau pulang. Karena pada saat bertanding itu mereka selalu di antigen," sambungnya."Saya kira kita harus tangani bersama-sama dan kalau dilihat dari cluster Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Timika dan Merauke ini semuanya hampir menginformasikan semuanya ada," lanjutnya."Penonton sekitar cluster sudah sekira 60-70% divaksin minimal vaksin tahap pertama dan selalu memakai masker serta menjaga jarak," paparnya."Karena PON ini adalah kebanggaan masyarakat Papua, pestanya mereka jadi kita hanya bisa mengatur, tapi untuk melarang ketat tidak bisa mereka akan berkerumun lagi," tukasnya.[br]Seperti diketahui, sejumlah atlet, pelatih, hingga ofisial yang bertugas di sejumlah kontingen terpapar Covid-19. Hal itu diduga karena faktor kelelahan.Atas kasus tersebut, Amali langsung mengambil langkah cepat. Ia berkoordinasi dengan Paswasrah PON XX Papua, PB PON, Dinas Kesehatan, dan Satgas Covid-19 untuk segera melakukan tracing.Menurutnya, PON XX Papua 2021 telah dilaksanakan dengan protokol kesehatan (prokes) yang sangat ketat. Mengingat, semua wakil kontingen dan 70 persen masyarakat di cluster sudah mendapatkan vaksin sebanyak dua dosis. (Mtc)