Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
KPAI: Dunia Pendidikan Kita Belum Aman

KPAI: Dunia Pendidikan Kita Belum Aman

Admin - Selasa, 15 Juli 2014 19:21 WIB
Komisi Perlindungan Anak Indonesia
Matatelinga - Jakarta, Dunia pendidikan dinilai belum aman. Komisioner KPAI Susanto mengatakan, pihaknya banyak mendapat laporan adanya kekerasan di lingkungan sekolah. Berbagai variasi kekerasan kerap terjadi, bahkan di level playgroup dan taman kanak-kanak (TK).Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merasa sangat prihatin dengan banyaknya kasus kekerasan kepada anak di lingkungan sekolah. "Kekerasannya mulai dari mencubit, memukul, mencoret, mendiskreditkan, bahkan juga sampai kekerasan fisik yang mengakibatkan meninggal dunia. Ini hemat saya bagian dari tanda-tanda bahwa dunia pendidikan kita belum aman," kata Susanto.Pernyataan itu diungkapkan Susanto saat berbincang dengan detikcom di Kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Selasa (15/7/2014) sore. Ia merupakan Komisioner KPAI yang menangani bidang pendidikan.Kata Susanto, KPAI terus memantau beragam kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan. Apalagi baru-baru ini telah terjadi kekerasan yang mengakibatkan tewasnya 2 siswa SMA 3 Setiabudi, Jakarta Selatan, saat ikut kegiatan ekstra kurikuler pecinta alam di Tangkuban Perahu, Jawa Barat.Mencegah maraknya kasus kekerasan di lingkungan sekolah, KPAI rencananya akan memanggil Dinas Pendidikan DKI Jakarta besok, Rabu (16/7/2014) pukul 13.00 WIB ke kantor KPAI. Lembaga itu dinilai turut bertanggung jawab."Mengingat kasus kekerasan pada anak di Jakarta banyak, KPAI ingin menggali apa yang sudah, sedang dan akan dilakukan oleh dinas pendidikan terkait kasus kekerasan di lingkungan pendidikan tersebut. Karena dinas pendidikan memiliki tanggungjawab untk itu," imbuh Susanto."Kita memanggil dinas pendidikan adalah upaya preventif, agar kasus-kasus (kekerasan) serupa yang sebelumnya terjadi tidak terulang kembali atau menjadi lebih kompleks dibandingkan masa-masa sebelumnya. Biar dinas pendidikan ada intervensi khusus baik dari sisi penanganan kasusnya, dari sisi hal lain tentu. Kemudian dari sisi preventifnya," sambungnya.(Dtc/Mt)


Tag:

Berita Terkait

Nasional

Atasi Kemiskinan, Sergai Lakukan Inovasi dan Lompatan Berbagai Program Efisien

Nasional

Kepala Bakamla RI Hadiri Pembahasan Tindak Lanjut Illegal Fishing Zona Timur

Nasional

Bupati Soekirman Ajak Peserta Tingkatkan Keterampilan Untuk Menambah Penghasilan Keluarga

Nasional

Bupati Soekirman Himbau ASN Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Nasional

Pengunjung dan Pasien RS Royal Prima Berhamburan Keluar

Nasional

Ratusan Pengunjung Perbelanjaan dan Mall di Kota Medan Terbirit Birit