MATATELINGA. Jakarta - Imbauan aksi bela negara kepada masyarakat Indonesia dalam mendukung penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua ASEAN. Hal tersebut langsung dikatakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim.Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi pun memberikan alasan mengapa bahasa Indonesia dapat dijadikan bahasa resmi ASEAN.Pertama, bahasa Indonesia menjadi bahasa terbesar di Asia Tenggara. Dimana persebaran bahasa Indonesia hingga ke mancanegara diantara 47 negara terdapat 428 lembaga di seluruh dunia yang menyelenggarakan pembelajaran bahasa Indonesia untuk penutur asing (BIPA). Seperti dikutip dari Okezone, Sabtu (16/04/2022).
Baca Juga:Berlatihlah Seperti Bertempur Sesungguhnya dan Pada Saat Bertempur, Bertempurlah Seperti Berlatih Sesungguhnya"Kedua, menjadi mata kuliah di sejumlah kampus kelas dunia (Eropa, Amerika Serikat, Australia dan Asia)," ujar dia.Hal itu disampaikan dalam akun media sosial Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi @ditjen.diktiristek, Jum'at, (15/04/2022)."Bahasa Indonesia lebih layak untuk dijadikan bahasa resmi ASEAN," kata Nadiem.Diketahui, Nadiem sempat menolak usulan penggunaan bahasa Melayu menjadi bahasa resmi ASEAN. Usulan itu diinisiasi oleh Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob yang menginginkan agar bahasa Melayu menjadi bahasa kedua ASEAN.