Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
KSP Moeldoko : Kini Pendekatan NII Melalui Hati dan Pikiran

KSP Moeldoko : Kini Pendekatan NII Melalui Hati dan Pikiran

Redaksi - Sabtu, 23 April 2022 06:35 WIB
Hand over
Moeldoko
MATATELINGA. Jakarta - Bahwa ada pergeseran strategi pergerakan kelompok Negara Islam Indonesia (NII) yang awalnya penguasaan wilayah, kini pendekatan melalui hati dan pikiran. Hal tersebut diungkapkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyatakan bahwa telah menemukan bukti dan sejumlah rencana dari kelompok Negara Islam Indonesia (NII) yang ingin menggulingkan rezim pemerintahan.

Kabagbanops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar menjelaskan, dari hasil penyidikan sementara, cara NII untuk menggulingkan pemerintahan tersebut dengan membuat kekacauan atau chaos.

Baca Juga:Wali Kota Medan Salurkan Bantuan Ambulans Umat pada BKM Ar-Raudhah

"Ada, salah satunya yang mereka sampaikan adalah mereka akan buat kekacauan atau chaos," kata Aswin kepada awak media, Jakarta.

Diketahui, belum lama ini Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap lima tersangka teroris di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel), pada Minggu 3 April 2022 lalu. Kelima tersangka teroris itu diduga merupakan jaringan dari NII.

"Sampai saat ini maka yang perlu kita pahami lebih jauh lagi tentang perjuangan NII adalah satu ada sebuah perubahan strategi dari pola gerakannya. Dulu strateginya mereka menguasai wilayah Kartosuwirjo Jawa Barat, Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan karena strateginya penguasaan wilayah maka mudah dilumpuhkan, daerahnya mudah direbut, pengikutnya mudah diberesin," kata Moeldoko dalam keterangannya di Jakarta, Jum'at (22/04/2022).

"Itu sebuah pengalaman bagi mereka, maka sekarang gerakan yang mereka kembangkan adalah perebutan heart and mind ini jauh lebih dahsyat karena kalau pergerakan senjata dia mudah dikenali, pelakunya mudah ditangkap, dan mudah diselesaikan. Tapi begitu pergerakan itu melakukan pendekatan dengan perebutan hati dan pikiran melalui baiat melalui doktrin itu cukup sulit diatasi," imbuhnya.

[br]

Moeldoko menambahkan bahwa NII sebuah gerakan ideologis yang muncul mulai tahun 1947 di bawah pimpinan Kartosuwirjo dan lahir di Jawa Barat Tasikmalaya. Setelah itu berkembang lagi NII baru di luar Jawa.

"Di antaranya Kahar Muzakar ternyata NII ini tidak mati dalam melanjutkan garis perjuangannya selalu tumbuh hidup untuk mempertahankan tujuan ideologisnya yaitu menuju negara Islam Indonesia," ucapnya.

Moeldoko pun mengajak masyarakat waspada. Sebab, menurutnya kelompok NII sudah berada di tengah-tengah masyarakat bahkan mencoba masuk melalui Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga aparat keamanan. Seperti dikutip dari OKezone, (23/04/2022).

"Jangan salah itu (NII) sudah berada di tengah-tengah kita siapa yang menjadi unsur terpengaruh melalui ASN, melalui aparat keamanan, melalui mahasiswa, melalui berbagai institusi termasuk pengusaha. Dan lebih dahsyat lagi dia bergerak dengan cara menyembunyikan diri taqiyah dia kamuflase agar dia tidak dikenali dari awal sehingga dia memiliki keluluasaan untuk bergerak mempengaruhi orang lain. Hati-hati ada di tengah-tengah kita," tuturnya.

Editor
: Rizky

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Nasional

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Nasional

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui

Nasional

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk

Nasional

Pemprov Sumut Genjot Pembangunan Infrastruktur Terpadu Lewat Program INSTANSI

Nasional

Polwan Polda Sumut Laksanakan Pengamanan Aksi Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Sumut, Dengan Humanis