MATATELINGA, Jakarta - Kabarnya langsung viral dan begitu banyak berita simpang siur beredar terkait data 105 juta Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diduga berasal dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI bocor yang informasi dikeluarkan oleh forum online Breached Data itu dijual oleh pemilik akun Bjorka.Perlu untuk diketahui, 105 juta data dijual oleh anggota forum bernama Bjorka di forum online Breached. Bjorka juga sebelumnya membocorkan 1,3 miliar data registrasi kartu SIM Card Indonesia.Ketika dikonfirmasi, Kadiv Datin KPU RI, Betty Idroos menyebutkan, pihaknya selalu menjaga keamanan data yang dikelola.
Baca Juga:Haul Tuan Guru Batak ke-13, Wakapolda Sumut dan Gubernur Hadiri Dialog Kebangsaan"Data yang dikelola KPU adalah data yang dijaga dari sisi otentisitas, keamanan, dan kerahasiaannya," ujar Betty Idroos, seperti dikutip dari Okezone, Kamis (08/09/2022).Ia menyebutkan, data pemilih yang ada di database KPU RI sepenuhnya juga dijaga. Pihaknya juga telah mendengar informasi terkait dugaan ada kebocoran data NIK yang diperjualbelikan."Termasuk dalam hal ini, data pemilih. Sehubungan dengan beredarnya informasi tentang data yang kabarnya diperjualbelikan di publik," ucapnya.Setelah melakukan cross check data yang dimaksud, Betty Idroos memastikan data 105 juta NIK yang disebut-sebut bocor itu bukan berasal dari KPU RI.[br]"KPU sudah melakukan pengecekan terhadap setiap isi dari elemen data di forum underground tersebut, dan menyatakan bahwa data tersebut bukan bersumber dari KPU," tegasnya.Agar isu tersebut tidak semakin liar, KPU RI berencana melaporkan hal tersebut ke kepolisian dan stakeholder terkait."Sebagai tindak lanjut terkait hal di atas, KPU akan bekerjasama dengan Kepolisian RI khususnya siber polri untuk mengusut pelaku tersebut. Pengusutan dan penelusuran dilakukan baik dari sisi penjual ataupun orang yang dengan sengaja membuat seolah-olah merupakan data pemilih Pemilu 2019," tutur Betty Idroos.