Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Berikut Sejumlah Fakta Perkembangan Kasus GGAPA di Indonesia!

Berikut Sejumlah Fakta Perkembangan Kasus GGAPA di Indonesia!

Redaksi - Sabtu, 22 Oktober 2022 08:35 WIB
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA, Jakarta : Penyakit Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal pada anak kian terus marak dan kini data terbaru, tercatat 241 anak yang mengalami gangguan ginjal dengan angka kematian 133 pasien. Jumlah kasus gagal ginjal akut atau Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal pada Anak (GGAPA) terus bertambah.

Berikut sejumlah fakta perkembangan kasus GGAPA di Indonesia. Seperti dikutip dari Okezone, Sabtu (22/10/2022).

1. Disebabkan Etilen Glikol dan Dietilen Glikol

Pemerintah telah meminta masyarakat untuk menghentikan sementara penggunaan obat sediaan sirup untuk terapi pada anak.

Baca Juga:Dinkes Kota Medan Melakukan Pengawasan Tehadap Peredaran Obat Yang Izin Edarnya Di Hentikan

Pasalnya, gangguan ginjal pada anak diduga terjadi akibat senyawa etilen glikol dan dietilen glikol yang terdapat pada sirup.

Senyawa etilen glikol dan dietilen glikol tidak digunakan dalam formulasi obat, namun dimungkinkan keberadaannya dalam bentuk kontaminan pada bahan tambahan sediaan sirup dengan nilai toleransi 0,1 persen ada gliserin dan propilen glikol, serta 0,25 persen pada polietilen glikol.

2. Rumah Sakit Mulai Penuh

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan pelarangan sementara obat sirup untuk anak merupakan langkah konservatif untuk mencegah meluasnya penyakit gagal ginjal akut. Saat ini, kondisi rumah sakit pun sudah mulai penuh.

"Yang meninggal ini sudah mencapai puluhan per bulan sedangkan yang terdeteksi sekitar 35-an per bulan. Saat ini rumah sakit sudah mulai penuh," ungkap Budi Budi Gunadi saat perayaan Hari Kesehatan Nasional tingkat Provinsi Banten di Kota Serang, dilansir dari Antara, Kamis 20 Oktober 2022.

Soal larangan obat sirup, langkah itu dilakukan sambil menunggu Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memfinalisasi temuan mereka soal tiga zat kimia berbahaya pada obat sirup.

3. Angka Kematian 55 Persen

Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal pada Anak (GGAPA) banyak menyerang bayi di bawah lima tahun (balita). Sejauh ini, tingkat kematian kasus ini mencapai 55 persen.

Angka tersebut mengacu pada data terbaru, terdapat 241 kasus GGAPA di 22 provinsi yang di antaranya 133 pasien meninggal.

"Angka kematian 55 persen dari kasus," ucap Menkes Budi Gunadi dalam konferensi persnya, Jum'at (21/10/2022).

[br]

4. Gejala

Menkes Budi menjelaskan, gejala klinis yang dialami mulai dari demam, kehilangan nafsu makan hingga jumlah buang air kecil sedikit.

Adapun kondisi pasien yang masuk rumah sakit begitu cepat memburuk. "Yang masuk rumah sakit kondisi cepat sekali memburuk, setelah 5 hari turun drastis, 55 persen meninggal," ujarnya.

5. Meningkat Sejak Agustus

Menkes mengatakan, kasus GGAPA meningkat drastis sejak Agustus 2022 yakni 36 kasus, September 78 kasus dan Oktober sejauh ini 110 kasus.

Editor
: Rizky

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Halte Bus Listrik di Jalan Gatot Subroto: Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?

Nasional

Macet Hari Ini, Harapan untuk Medan Esok Hari

Nasional

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Nasional

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Nasional

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Nasional

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut