MATATELINGA, Jakarta : Telah terjadi 122 kali gempa susulan pasca gempa utama M5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kemarin siang. Hal tersebut langsung dilaporkan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono.Sebelumnya, Daryono melaporkan gempa M5,6 yang mengguncang Cianjur ini akibat aktivitas sesar Cimandiri.“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal yang diduga akibat aktivitas sesar Cimandiri,” ungkapnya.
Baca Juga:JMSI Jabar Sampaikan Duka Cita Atas Gempa CianjurSementara itu, hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,6 pada pukul 13.21 Wib.Episenter gempabumi terletak pada koordinat 6,86° LS ; 107,01° BT, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 11 km.“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),” kata Daryono.“Jumlah gempa susulan 122 kali, hingga 22 November 2022 pukul 07.30 Wib,” ungkap Daryono, seperti dikutip dari Okezone, Selasa (22/11/2022).[br]Sementara itu, Daryono mengatakan aktivitas gempa susulan (aftershocks) sudah mulai menurun.“Bukti berdasarkan data bahwa aktivitas gempa susulan (aftershocks) di Cianjur-Sukabumi sudah meluruh,” kata Daryono.