MATATELINGA, Jakarta : Bencana alam gempa bumi kerap sekali melanda tanah air. Dan kini hingga Sabtu 7 Januari 2023 pukul 00.00 Wit, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura melaporkan telah terjadi gempa bumi susulan sebanyak 492 kali.Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono terus mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak perlu mengungsi karena tidak ada peringatan dini tsunami akibat gempa ini dari BMKG. “Masyarakat tidak perlu mengungsi karena tidak ada peringatan dini tsunami,” imbaunya.Daryono mengatakan pihaknya telah mendapat laporan bahwa gempa tersebut merusak sejumlah bangunan di Jayapura, diantaranya, rumah, hotel hingga rumah sakit.
Baca Juga:Pimpin Rapat Seluruh OPD Provsu, Edy Rahmayadi Beri Target OPD Serapan Anggaran 30 % Triwulan I“Guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di Kota dan Kabupaten Jayapura IV-V MMI hingga menimbulkan kerusakan ringan pada beberapa rumah warga,” katanya.Berdasarkan hasil analisis dan kajian cepat BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 2.53 LS dan 140.74 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 14 kilometer arah Timur Laut Kota Jayapura, Papua. Sementara, kedalaman gempa berada cukup dangkal yakni, 10 km."Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, sejak gempa bumi M4,9 Kota Jayapura hingga Sabtu 7 Januari 2023 pukul 00.00 WIT telah terjadi gempa bumi di wilayah sekitar Kota Jayapura[br]sebanyak 492 kali dengan 42 kejadian diantaranya dirasakan oleh masyarakat," ungkap BMKG, seperti dikutip dari Okezone, Sabtu (07/01/2023).Rentetan gempa tersebut dimulai sejak 2 Januari 2023 lalu dengan kekuatan Magnitudo (M)4,9. Sementara itu, BMKG mencatat gempa dirasakan terakhir terjadi pada tanggal 5 Januari 2023 pukul 20.08 WIT dengan M2,9.