Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Tim Gunung Padang Temukan Artefak Teknologi Tinggi

Tim Gunung Padang Temukan Artefak Teknologi Tinggi

Admin - Senin, 15 September 2014 05:17 WIB

Matatelinga - Cianjur, Tim Nasional (Timnas) Penelitian Situs Gunung Padang bentukan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI sudah melakukan penelitian pendahuluan di lokasi situs. Penggalian beberapa titik dilakukan 7 hingga 31 September 2014.

Wakil Ketua Timnas Bidang Arkelogi, Ali Akbar, menyebutkan tujuan penelitian pendahuluan ini yang paling utama adalah melakukan pengecekan lapisan kedalaman. Untuk memastikan ada lapisan kosong ini dilakukan dengan penggalian di beberapa titik, termasuk pengeboran.

"Penelitian pendahuluan ini dilakukan di beberapa titik, yakni titik selatan, tenggara, timur, barat, dan teras lima. Hasilnya akan kita laporkan ke Kemendikbud sebagai bahan untuk penelitian selanjutnya," ujar Ali Akbar di Cianjur, Minggu 14 September 2014.

Hasil penggalian, tim menemukan artefak yang dibentuk dengan teknologi tinggi. Temuan berbentuk batu seperti senjata kujang berasal dari batuan andesit yang mengandung magnetis.

"Kami belum memastikan benda apa, yang pasti itu bukan buatan alam dan sudah menjadi artefak. Seperti alat ritual upacara. Kami baru akan menelitinya di laboratorium," imbuh Ali.

Wakil Ketua Timnas Bidang Geologi, Dany Hilman, menyebutkan, sebulan terakhir tim menggali di paritan geologi. Untuk titik barat tidak melakukan penggalian karena sudah ada bekas longsor. "Longsoran itu dibersihkan. Susunan batuan yang terlihat dipastikan bukan alami, tapi buatan manusia," kata Dany.

Dany menambahkan, proses ekskavasi Gunung Padang tidak bisa dilakukan sembarangan karena tingkat kesulitannya sangat rumit karena bukan satu lapisan budaya. "Beda dengan Borobudur. Gunung Padang harus ada strategi dari berbagai disiplin ilmu," tutur Dany.

(tnr/bro)


Tag:

Berita Terkait

Nasional

Apa Semua Maysarakat Senang semasa Kepemimpinan Adolf Hitler....?

Nasional

Pribumi Masuk KNIL Sekadar Urusan Perut,Tapi dituduh Penghianat

Nasional

ISIS Kembali Hancurkan Kuil Kuno di Suriah yang Berusia 2.000 Tahun

Nasional

Dubes Rusia Rayakan Hari Bersejarah di Jakarta

Nasional

ISIS Hancurkan Benda-benda Kuno Peninggalan Suriah

Nasional

Jokowi : Utang Sejarah yang Belum Lunas ialah Merdekan Palestina Dari Penjajah