MATATELINGA, Palembang : Korban pencemaran nama baik sekaligus pemerasan Iswandi akan melaporkan pemilik akun Facebook dengan nama akun Mmit Syahdu dan Dvisa Putri ke PolisiAdapun modus pelaku pencemaran nama baik dan pemerasan ini untuk mendapatkan uang. Pelaku mengecam korbannya dengan memviralkannya jika tidak mau memberikan uang yang dimintanya.Sementara itu adapun alasan pelaku pencemaran nama baik dan pemerasan ini meminta sejumlah uang dengan dalih untuk biaya pengobatan orang tuanya.
BACAJUGAhttps://www.matatelinga.com/Berita-Sumut/provost-kodim-0209-lb-bantu-warga-korban-jambret--gagalkan-aksi-amankan-terduga-pelaku"Aku belum tau perlunyo berapo adek aku, yang jelas aku mohon samo kakak minta kirim 1 juta baek," pinta pelaku kepada korbannya.Menjawab permintaan pelaku korban menjawab akan membantu pelaku untuk kepentingan perobatan orang tua pelaku."Ok kalau gaji kakak keluar hari ini biso," jawab korban kepada pelaku.Diduga karena kecewa dengan jawaban korban lantas pelaku memposting foto korban di akun Facebooknya sembari menuliskan korban adalah pelaku pencabulan anak dibawah umur."Pelaku pencabulan anak dibawah umur Korban berusia 8 Tahun kalau ada yang kenal tolong ditangkap bawak kekantor Polisi terdekat. Orang biadap ini, korban sekarang masuk RS gara-gara ulah pelaku," tulis pemilik akun Mmit Syahdu dan Dvisa Putri, yang diterima awak media ini dari korban pencemaran nama baik Iswandi, Kamis 31 Agustus 2023.Disamping itu Iswandi yang menjadi korban pencemaran nama baik dan pemerasan oleh pelaku melalui jaringan seluler mengatakan dirinya sudah difitnah dan diperas oleh pelaku.[br]"Saya difitnah pelaku. Awalnya pelaku mencoba meminta sejumlah uang kepada saya dengan alasan untuk biaya pembelian obat untuk orang tuanya yang sedang sakit," kata Iswandi.Tidak sampai disitu diduga pelaku pemerasan dan pencemaran nama baik saat di konfirmasi, tidak mempunyai etikat baik dengan memaki wartawan dengan ucapan kotor menyebut nama binatang."Kau yang mau cari duit aku uang pusing cari la sendiri, ngapo cari ke aku, apa ko mau mak kau b*b* a*j*g," balasnya kepada wartawan saat di konfirmasi melalui pesan whatsapp, yang nomor diduga pelaku didapat dari korban Iswandi."Terserah saya kenapa kau b*b* a*j*g," ungkap diduga pelaku pemerasan dan pencemaran nama baik.