Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Wanita Didorong Menjadi Fungsi Kontrol Lingkungan Kampus Masing Masing

Wanita Didorong Menjadi Fungsi Kontrol Lingkungan Kampus Masing Masing

- Jumat, 06 Oktober 2023 07:45 WIB
pixabay
ilustrasi
MATATELINGA, Jakarta: Dalam Rapat Koordinasi Nasional Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Pendidikan Tinggi menyampaikan, Mahasiswa didorong untuk menjadi fungsi kontrol di lingkungan kampus masing-masing dan berani melaporkan dugaan kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

Hal ini juga dapat mempengaruhi rendahnya tingkat kepercayaan pelapor untuk melapor secara internal di Satgas perguruan tinggi.Annisa berpendapat mungkin juga muncul pemikiran bahwa melaporkan kasus kekerasan seksual tidak akan mendapatkan keadilan atau perlindungan yang memadai.

Padahal ia meyakini perlunya menumbuhkan kepercayaan bagi para penyintas untuk melaporkan kejadian yang dialaminya kepada satgas.

Kemudian, Sekretaris Satgas Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Yuliarni, juga menyampaikan bahwa sampai saat ini, pihaknya belum menyediakan sarana prasarana maupun pembiayaan untuk operasional kegiatan PPKS sehingga pelaksanaan kegiatan terkait hal tersebut masih dirasa sulit.

BACA JUGA:Pj Gubernur Sumut Optimis TNI Semakin Profesional, Modern dan Tangguh

"Mungkin ini ada kaitannya dengan kurang kuatnya komitmen pimpinan kami terhadap bidang ini. Kami ingin pimpinan kami lebih peduli dan menjadikan bidang ini lebih prioritas," katanya dalam keterangan resmi Kemendikbudristek, dikutip Jumat (5/10/2023).

Lalu, ada Mahasiswa Universitas Terbuka, Gladys Dara Marsha Fenumal yang bercerita pengalamannya. Universitas Terbuka merupakan kampus yang sangat besar. Jangkauannya tidak hanya terpusat di Jakarta melainkan tersebar hampir di seluruh daerah di Indonesia dan luar negeri, serta model pembelajaran yang berbasis daring menjadi tantangan tersendiri bagi Universitas Terbuka dibanding kampus lain.

[br]

“Kondisinya, anggota Satgas tidak mewakili seluruh UT di daerah sehingga menyebabkan pendampingan yang terbatas secara daring, ataupun perlunya kunjungan dengan biaya yang tidak sedikit serta keterbatasan SDM untuk memantau secara langsung ke daerah terdekat di mana korban (ataupun pelaku) berada,” kata Gladys Dara.

Lalu, ada Mahasiswa Universitas Terbuka, Gladys Dara Marsha Fenumal yang bercerita pengalamannya. Universitas Terbuka merupakan kampus yang sangat besar. Jangkauannya tidak hanya terpusat di Jakarta melainkan tersebar hampir di seluruh daerah di Indonesia dan luar negeri, serta model pembelajaran yang berbasis daring menjadi tantangan tersendiri bagi Universitas Terbuka dibanding kampus lain.

“Kondisinya, anggota Satgas tidak mewakili seluruh UT di daerah sehingga menyebabkan pendampingan yang terbatas secara daring, ataupun perlunya kunjungan dengan biaya yang tidak sedikit serta keterbatasan SDM untuk memantau secara langsung ke daerah terdekat di mana korban (ataupun pelaku) berada,” kata Gladys Dara.

“Dalam penyelesaian dan penanganan laporan kekerasan seksual, kami dituntut untuk bertindak profesional namun Satgas itu terdiri dari dosen, tenaga pedidik, dan mahasiswa, yang masing-masing memiliki tugas utamanya. Hal ini membuat kami kesulitan membagi waktu, pikiran, dan tenaga dalam menangani kasus yang masuk,” urai Wilson.

Di sisi lain, Sekretaris Satgas Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Veronica Dwi Jani Juliawati, mengatakan pentingnya dukungan dari pihak kampus dalam menjalankan rutinitasnya sebagai Satgas. “Atas upaya kami selama ini, kami sudah memperoleh dua penghargaan yaitu, Apresiasi Inpiratif dan Anti Kekerasan Seksual. Maka dari itu baiknya kami berharap ada anggaran dan fasilitas dari kampus untuk penanganan kasus, contohnya untuk mendapatkan psikolog dan pengacara,” ujar Veronica

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Nasional

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Nasional

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui

Nasional

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk

Nasional

Pemprov Sumut Genjot Pembangunan Infrastruktur Terpadu Lewat Program INSTANSI

Nasional

Polwan Polda Sumut Laksanakan Pengamanan Aksi Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Sumut, Dengan Humanis