Matatelinga - Jakarta, Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Ahmad Mubarok mengatakan, Megawati lah yang enggan bertemu dengan SBY. "Kuncinya adalah pada Megawati. Pak SBY sudah lama ingin ketemu Mega, tapi dia tidak mau," kata Mubarok saat menghadiri diskusi yang diselenggarakan, Paripurna Rakyat Republik Indonesia (PARARI) di Gedung Juang, Menteng, Jakarta, Jumat (3/10/2014).Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui dirinya ingin berkomunikasi dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Bahkan, keinginan SBY itu diutarakannya sejak pertama kali menjabat sebagai presiden.Menurutnya, pada Agustus lalu, SBY dan Megawati melakukan pertemuan di Istana untuk membicarakan kemenangan PDIP di Pilpres. Namun sayangnya Mega malah membatalkan pertemuan tersebut. "Harusnya Agustus kemarin Mega datang ke istana. Saat mendesak begini malah mengirim Puan mana sempat," ucapnya.Seharusnya, malam itu, saat pembahasan paket pimpinan DPR, Megawati bertemu dengan SBY. Karena keduanya adalah dua pimpinan partai. "Karena SBY sebagai ketua umum harus direspon oleh ketua umum. Kalau ketemu pasti ada solusi kultural, makanya SBY mengeluarkan Perppu,"tukasnya.Sementara itu, di tempat yang sama, Pelaku sejarah Pejuang Kemerdekaan RI, GPS Jaya Leksana PS mengimbau kedua pemimpin tersebut melakukan rekonsililiasi. "Harapan saya terlepas dari dikotomi dan caki maki, mari kita bersatu dan melakukan rekonsiliasi sehingga rakyat akan tambah maju," ujarnya.(Mt/Okz)