Matatelinga - Jakarta, Romahurmuziy (Romy) ditetapkan sebagai Ketum terpilih dalam Muktamar PPP VIII yang digelar di Hotel Empire, Jalan Embong Malang, Surabaya, Jawa Timur.Naiknya Romy di satu sisi dipandang positif karena sosoknya mewakili anak muda yang enerjik dan membawa modernisasi, namun harus diingat bahwa Romy dipilih saat partai berlambang Kakbah itu sedang didera masalah internal. Pengamat Politik The Sun Institute, Andrianto, menilai, legistimasi Romy terancam dalam situasi sepert ini. Bukan tidak mungkin terpilihnya Romy justru membawa masalah baru. "Romy tidak jelas legistimasinya sehingga PPP akan terbelah Romy dan non-Romy nanti. Tinggal PPP kubu siapa nanti yang mampu merebut legitimasi internal dan ekternal," jelas Andrianto, Jumat (17/10/2014). Terlepas dari semua itu, Andrianto menilai Romy merupakan kader PPP yang karier politiknya bisa cemerlang. "Romy memang tokoh PPP yang prospektif, usia muda, berlatar santri modernis, dan alumnus ITB," bebernya. Menurut dia, PPP membutuhkan darah baru lantaran selama ini kerap dipimpin oleh wajah lama. "PPP memang butuh simbol karena PPP ini kan lekang sama yang lama, dipimpin orang tua,"katanya.(Mt/Koko)