MATATELINGA, Jakarta :Dengan rasa duka yang mendalam, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban, baik dari unsur TNI maupun warga sipil, atas insiden ledakan amunisi yang terjadi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, pada tanggal 12 Mei 2025.
Kami sangat menyesalkan dan mengakui bahwa telah terjadi kesalahan prosedur yang sangat fatal dalam penanganan dan pemusnahan amunisi usang, yang semestinya dilakukan sesuai standar keamanan dan keselamatan tertinggi. Peristiwa ini mencerminkan adanya kelalaian yang tidak dapat dibenarkan dalam pelaksanaan tugas kami sebagai institusi pertahanan negara.
Sebagai bentuk tanggung jawab institusi dan komitmen terhadap profesionalisme, TNI:
1.Mengakui adanya pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
2.Telah membentuk tim investigasi independen yang melibatkan unsur peradilan militer dan komando pengawasan internal untuk menyelidiki secara menyeluruh penyebab insiden.
3.Akan menindak tegas seluruh pihak yang terlibat, baik pelaku langsung maupun atasan yang bertanggung jawab secara komando, sesuai ketentuan hukum militer.
4.Akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur dan kompetensi personel, guna menjamin bahwa peristiwa serupa tidak terulang di masa depan.
[br]
Perlu kami tegaskan bahwa dalam penyelesaian perkara ini, TNI tunduk dan taat pada sistem hukum militer sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer, dan bukan tunduk pada yurisdiksi hukum sipil. Hal ini merupakan prinsip dasar dalam sistem hukum nasional yang mengatur secara terpisah yurisdiksi militer dan sipil sesuai dengan karakter tugas pertahanan negara.
Kami juga perlu mengingatkan kepada semua pihak, termasuk para pengamat dan media, untuk tidak berspekulasi, menghakimi, atau membangun narasi yang menyesatkan tanpa data yang sahih dan verifikasi langsung dari pihak berwenang. Kritik yang konstruktif kami hargai, namun komentar yang sembrono hanya akan memperkeruh keadaan dan melukai perasaan keluarga korban maupun seluruh prajurit yang tetap menjaga kehormatan korps.
TNI tidak takut terhadap kritik, tetapi kami tidak akan diam jika institusi ini diserang dengan opini yang tidak bertanggung jawab. TNI adalah institusi negara yang berdiri tegak di atas konstitusi dan akan tetap setia pada rakyat, bangsa, dan negara.
Insiden ini menjadi pelajaran berharga dan sekaligus penegasan bahwa profesionalisme, disiplin, dan tanggung jawab komando adalah fondasi utama TNI dalam setiap pelaksanaan tugas, terlebih dalam kegiatan yang berisiko tinggi terhadap keselamatan prajurit dan masyarakat.
Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya kepada keluarga korban. Kami berkomitmen untuk menegakkan keadilan secara transparan dan bertanggung jawab, dengan tetap menjaga kehormatan institusi militer.
Terima kasih atas dukungan dan pengertian masyarakat. Semoga para korban yang gugur mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan mereka yang mengalami luka-luka segera diberi kesembuhan.