Matatelinga, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) mengestimasi pengidap HIV/AIDS di Bali mencapai 26.000 orang. Sementara yang terjangkau oleh KPA per Oktober 2014 hanya sekitar 10.371 orang.“Berarti masih ada yang belum kita capai.Maka kita harus melakukan kerja keras melalui program-program yang kreatif,” Rabu (10/12/2014).Dari total kumulatif yang terjangkau berjumlah 10.371 orang, di antaranya yang mengidap AIDS berjumlah 4.811 orang dan HIV berjumlah 5.560 orang. Untuk yang hidup tercatat 9.806 orang dan meninggal mencapai 565 orang. Sementara, saat ini Provinsi Bali berada di urutan kelima setelah Papua, Jawa Timur, DKI, dan Jawa Barat.“Pemerintah daerah sudah melakukan upaya dengan langkah-langkah antisipasif dengan cara pencegahan, preventif dengan penyuluhan, kuratif yaitu dengan pengobatan, dan edukatif yaitu pendidikan tentang HV/AIDS,” tambah nya.Program yang saat ini dijalankan oleh pemerintah daerah yaitu program risiko tinggi ditujukan kepada pekerja seks komersial (PSK), pengguna narkoba suntikan (penasun), orang dengan HIV/AIDS, berupa penyuluhan, pengobatan, pemberian ARV, distribusi kondom dan jarum steril serta metadon. Sementara, program risiko rendah adalah berupa penyuluhan kepada masyarakat umum melalui media dan program pengurangan diskriminasi ODHA beberjasama dengan adat dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).(fit/okc)