MATATELINGA, Tangerang : Langkah brilian dari Lapas Kelas I Tangerang, Banten, patut diacungi jempol! Mereka memberdayakan warga binaan dengan cara yang luar biasa, mengubah limbah menjadi cuan. Dari tumpukan limbah batubara yang mengancam lingkungan, kini menjadi produk konstruksi bernilai jual tinggi.
Berawal dari keprihatinan akan dampak lingkungan, Kemenimipas, melalui Lapas Kelas I Tangerang ambil bagian mencari solusi inovatif. Dengan memanfaatkan limbah batubara, mereka berhasil menciptakan paving block, batako, pemecah ombak, hingga kastil beton yang berkualitas. Tidak hanya itu, program ini juga memberikan penghasilan nyata bagi warga binaan dan meningkatkan keterampilan mereka.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, dalam program Bincang Tipis-Tipis di kanal YouTube Tale Trias Info yang dipandu host Erman Tale Daulay mengungkapkan proses dan dampak dari terobosan ini.
"Ini adalah limbah pembakaran batubara. Kalau menumpuk tentu menjadi masalah lingkungan. Maka kami ikut mencari solusi untuk menjadikannya barang bernilai ekonomis," ujar Beni Hidayat.
Baca Juga: Menko Kumham Imipas Resmi Buka RAKORNAS IKA BKPRMI Tahun 2025 Seluruh produk tersebut merupakan karya warga binaan. Kualitasnya pun tidak diragukan karena telah melalui uji laboratorium sehingga layak bersaing di pasaran. Bahkan, beberapa produk sudah mendapat pesanan dari masyarakat. "Tidak ada masalah untuk pasar. Bahkan sudah ramai pesanan. Apalagi ini produk ramah lingkungan," jelas Beni.
Menariknya, proses pembuatan produk ini tidak membutuhkan keterampilan teknis yang rumit. Menurut Beni, yang terpenting adalah kemauan dan semangat warga binaan untuk belajar. "Skill tidak terlalu ribet, yang penting ada kemauan," katanya.
Program ini juga memberikan penghasilan nyata bagi warga binaan. Setiap hasil produksi langsung dibayar tanpa menunggu barang laku terjual. Warga binaan memiliki tabungan pribadi sehingga penghasilan dapat digunakan untuk kebutuhan keluarga.