MATATELINGA, Jakarta :Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta bantuan Gubernur, Bupati, Wali Kota untuk turun melihat secara dekat dan temui rumah yang betul-betul rusak ekses bencana hydro metereologi.
Permintaan itu diutarakan Mendagri saat berkunjung melihat dan turut memberikan bantuan tali asih dari pemerintah pusat kepada warga
korban banjir di Gampong Bale Panah, Kecamatan Juli, Sabtu (21/2/2026) sore.
Mantan Kapolri menjelaskan bahwa di Aceh ada delapan kabupaten/kota yang masih menjadi atensi sekali dari pemerintah karena ada permasalahan terjadi di wilayah dataran rendah atau lowland. Banjir membawa lumpur menimbun rumah, pemukiman, sawah, dan fasilitas umum.
Baca Juga: Satu Tahun Bobby-Surya: Tetap Tangguh Dan Berprestasi Meski Bencana Menghampiri 'Saya mengupdate dan juga melihat langsung kondisi dan saat ini akses jalan, akses komunikasi, mobilisasi logistik awalnya rusak dan putus dampak banjir, kini sudah berjalan lancar setelah dilakukan penanganan dari pemerintah," ujarnya.
Terkait adanya masyarakat korban banjir yang tidak masuk dalam pendataan, padahal rumah mereka terima lumpur dampak banjir seperti di Kecamatan Peusangan Bireuen tidak memenuhi kriteria menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dijelaskan juga bahwa BNPB awalnya menggunakan petunjuk pelaksana gempa bumi.
"Saat saya datang ke Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, ada beberapa kepala daerah yang menyampaikan agar jangan pakai juklak dan formulir gempa karena saat ini yang terjadi bencana banjir bandang dan tanah longsor," paparnya dihadapan Wakil Gubernur Aceh Fadhullah dan pejabat terkait. Sehingga sebagai Kasatgas dan juga Mendagri membuat Keputusan Menteri untuk tipelogi rumah rusak berat, rusak sedang dan rusak sedang berdasarkan kriteria banjir.