MATATELINGA,Jakarta: Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengungkapkan, lumpur dan tumpukan kayu masih menjadi kendala utama dalam pemulihan pascabencana di wilayah dataran rendah Sumatera.
Menurut Tito, lumpur menjadi persoalan paling dominan yang menghambat percepatan penanganan di sejumlah titik terdampak.
Baca Juga: Suhu Udara di Jakarta Barat Diramal Berkisar 24-31 Derajat Celsius "Lumpur ini menjadi problem utama di wilayah dataran rendah. Kami mencatat ada sekitar 445 titik di tiga provinsi. Saat ini sekitar 84 persen sudah tertangani, tinggal 16 persen lagi," ujar Tito dalam konferensi pers di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026).
Ia menjelaskan, di sejumlah wilayah seperti Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Bireuen, proses pembersihan lumpur hampir rampung, meski pemerintah belum mengklaim selesai sepenuhnya.
"Di Aceh kira-kira tersisa 17 persen, terutama di Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Bireuen. Sudah hampir selesai, tapi kami belum ingin mengklaim tuntas," katanya.
Baca Juga: Saipul Bahri Apresiasi Wali Kota Medan Benahi Medan Utara Selain lumpur, tantangan besar juga berasal dari sedimentasi sungai yang cukup parah. Tito menyebut normalisasi sungai membutuhkan waktu panjang.
"Sungai ini yang paling berat. Paling cepat dua tahun, bisa sampai tiga tahun atau lebih. Jumlahnya juga banyak, ada 79 sungai yang ditangani pemerintah pusat dan 43 oleh daerah," jelasnya.
Baca Juga: Khusus Idul Fitri, Para Napi Dapat Remisi Diantaranya Memperoleh 15.029 Remisi Khusus I dan 129 Remisi Khusus II Ia menyoroti sejumlah sungai besar seperti Sungai Tamiang dan Sungai Merdu yang dipenuhi sedimen dan berpotensi meluap saat hujan.
"Kalau tidak dibersihkan, saat hujan akan mudah meluap dan menyebabkan banjir," ungkap Tito.
Selain itu, tumpukan kayu akibat banjir juga menjadi persoalan serius karena menghambat proses pembersihan dan aktivitas warga.
Baca Juga: Gubernur Sumut Bobby Nasution Gelar Open House Idulfitri, Ribuan Warga Padati Rumah Dinas "Tumpukan kayu banyak ditemukan di beberapa wilayah. Sebagian bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan darurat seperti pembangunan hunian sementara maupun tetap," tambahnya.
Di tengah berbagai kendala tersebut, pemerintah memastikan akses logistik mulai pulih, terutama pada jalur utama.
"Akses jalan nasional sudah 100 persen fungsional. Artinya bisa dilalui, meski di beberapa titik belum optimal untuk kendaraan besar. Namun distribusi logistik tidak lagi menjadi kendala," ujarnya.
Baca Juga: Kapolda Sumut Dampingi Kapolri Pimpin Pemantauan Nasional Malam Takbiran dari Medan Tito merinci, kondisi jalan daerah di Aceh telah pulih 92 persen,
Sumatera Utara 98 persen, dan
Sumatera Barat 91 persen. Sementara itu, jembatan nasional sudah 100 persen berfungsi, meski sebagian masih bersifat sementara.
Untuk jembatan daerah, progres pemulihan masih bervariasi antara 54 hingga 93 persen. Pemerintah bersama TNI dan Polri terus mempercepat pembangunan infrastruktur yang tersisa.
Baca Juga: Gubernur Bobby Nasution Salurkan 10 Ekor Sapi untuk Korban Bencana di Tapsel dan Tapteng Jelang Lebaran "Dari rencana 41 jembatan, sebanyak 35 sudah selesai. Kami mengapresiasi kerja keras seluruh pihak di lapangan," pungkasnya.
Baca Juga: Kapoldasu, Pastikan Operasi Ketupat Toba 2026 Siap Amankan Arus Mudik