MATATELINGA -Jakarta : Kepengurusan baru Forum Masyarakat Tabagsel wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten memulai kiprah mereka dengan langkah cepat. Pada Kamis malam, 30 April 2026, para pengurus dan tokoh berkumpul di Warung Bang Ali, Tebet, Jakarta Selatan, dalam suasana santai namun sarat kesungguhan.
Gelaran ngopi bareng atau "marpokat" ini menjadi ruang urun rembuk untuk membahas isu strategis yang menyangkut masa depan kampung halaman.
Diskusi berlangsung terbuka, mengalir dari satu persoalan ke persoalan lain. Mulai dari penguatan kelembagaan forum, pembenahan kepengurusan dan keanggotaan, hingga upaya menghimpun seluruh potensi perantau Tabagsel agar lebih solid. Persoalan lingkungan yang mendesak juga mengemuka sebagai perhatian bersama.
Baca Juga: IKA Haltim Lahir di Rantau, Mematrikan Komitmen Melestarikan Adat dan Budaya Kampung Halaman Namun salahsatu topik yang menjadi fokus khusus adalah pembentukan daerah otonom baru (DOB) Tabagsel. Agenda ini kembali mendapat sorotan serius karena dinilai menyangkut masa depan kesejahteraan masyarakat di kawasan Tapanuli Bagian Selatan.
Hamsir Siregar, RCM yang baru saja dilantik jadi ketua umum Format menunjukkan perhatian besar terhadap wacana pembentukan Provinsi Tabagsel.Menurutnya, perjuangan ini bukan hanya melanjutkan cita-cita para senior, tetapi juga menjawab harapan publik di lima daerah: Tapsel, Madina, Kota Padangsidimpuan, Paluta, dan Palas.Hamsir memandang Tabagsel memiliki alasan kuat menjadi provinsi—mulai dari rentang kendali pemerintahan yang terlalu luas hingga besarnya potensi kekayaan alam yang belum sepenuhnya dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat.
Akhmad Gojali Harahap menyampaikan secara lugas bahwa gerakan forum ini berada di bawah komando Hamsir Siregar sebagai ketua umum. Ia menekankan pentingnya penyatuan tokoh dan potensi besar perantau Tabagsel agar langkah-langkah perjuangan semakin solid.
Sementara itu, Kahfi Siregar yang berlatar belakang jurnalis menyatakan kesiapannya menjadi garda komunikasi, sebagai speaker yang memperkuat gaung gerakan dan memastikan suara Tabagsel tersampaikan dengan jernih.
Baca Juga: Listrik Jakarta Berulangkali Padam, IWO: Dirut PLN Tak Kenal Budaya Mundur, Harus Dicopot dan Diperiksa! Tokoh lain seperti Rajab Siregar, Sibatangkayu Harahap, dan para pengurus yang hadir turut memberikan pandangan dan dorongan untuk memperkuat forum ini sebagai wadah yang inklusif dan produktif.
Forum Masyarakat Tabagsel memiliki keanggotaan yang beragam: TNI/Polri, birokrat, akademisi, pelaku usaha, aktivis, seniman, hingga profesional di berbagai sektor. Keberagaman ini menjadi modal sosial yang besar untuk berkolaborasi membangun kampung halaman.
Pertemuan malam itu tidak sekadar obrolan kopi, tetapi menjadi titik awal langkah konkret dan kolaboratif. Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan pada tanah kelahiran, Forum Masyarakat Tabagsel atau Format meneguhkan niat untuk berbuat lebih besar demi kemajuan Tapanuli Bagian Selatan.
Baca Juga: Kejati DKI Jakarta Terima Putusan Perkara Korupsi Proyek Fiktif Telkom, JPU Ajukan Banding 4 Terdakwa