MATATELINGA - Jakarta : Kalapas Narkotika Jakarta, Syarpani, menegaskan komitmennya untuk menjadikan lembaganya sebagai pelopor pembinaan kewirausahaan di lingkungan pemasyarakatan. Komitmen tersebut semakin nyata ketika Lapas menggelar seminar bertajuk "Dari Binaan Jadi Entrepreneur" yang melibatkan seluruh petugas serta perwakilan warga binaan se-Jakarta.
Langkah ini sekaligus menandai kesiapan
Lapas Narkotika Jakarta menjadi pilot project pembinaan entrepreneur yang akan dituangkan dalam buku panduan resmi oleh surat edaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Syarpani menekankan bahwa pembinaan di Lapas tidak berhenti pada pemberian keterampilan teknis. Tujuan utamanya adalah menumbuhkan mentalitas usaha dan kemampuan berbisnis agar warga binaan mampu berdiri di atas kaki sendiri setelah kembali ke masyarakat.
Baca Juga: Kurir Sabu Digelang ke Polres Tebingtinggi "Kami ingin mereka pulang sebagai pribadi yang siap memulai usaha, bukan sekadar siap bekerja. Mentalitas wirausaha itu harus dibentuk sejak di dalam," ujarnya.
Keseriusan itu tercermin dari jejaring kemitraan yang terus diperluas. Pada unit garmen dan butik, produk yang dihasilkan warga binaan dikembangkan dan dipasarkan melalui kerja sama dengan berbagai mitra.
Pola serupa diterapkan pada unit ayam petelur dan budidaya ikan lele, di mana mitra turut memberikan transfer pengetahuan sekaligus dukungan pemasaran. Sebagian keuntungan usaha dikembalikan kepada warga binaan dalam bentuk premi atau upah sebagai motivasi sekaligus penghargaan atas kerja mereka.
Di sisi hilir, Lapas menjalin kolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia dan BRI Jatinegara untuk membuka akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi warga binaan yang telah bebas. Dukungan ini memungkinkan mereka memulai usaha dengan modal legal dan memadai.
Baca Juga: JNE Kecam Aksi Pembegalan Kurir di Bandung, Berikan Apresiasi kepada Ksatria JNE Sementara itu, HIPMI di bawah KADIN siap memantau perkembangan usaha para alumni dan menampung hasil produksi mereka di pasar luas.
Untuk memastikan pembinaan berlangsung utuh, Lapas turut memperkuat aspek kerohanian sesuai keyakinan masing-masing warga binaan. Pendekatan ini dirancang agar mereka tidak hanya terampil dan memahami praktik usaha, tetapi juga memiliki karakter, ketahanan mental, dan kesiapan moral sebagai calon pelaku usaha.
Dengan mengusung moto "Dari Warga Binaan Jadi Entrepreneur",
Lapas Narkotika Jakarta ingin menegaskan bahwa pemasyarakatan adalah ruang pemulihan sekaligus persiapan masa depan, bukan sekadar tempat menjalani hukuman.
Program ini diharapkan menjadi rujukan nasional bagi model pembinaan yang produktif, humanis, dan berjangka panjang bagi para warga binaan.
Baca Juga: Kuras ATM Korban , Pasangan Maling Tas Ditangkap Polisi