MATATELINGA -Prestasi membanggakan ditorehkan jajaran Imigrasi Bogor. Satu kasus scamming lintas negara berhasil mereka ungkap, hingga mengantarkan penghargaan resmi dari National Police Agency (NPA) Jepang, sebuah apresiasi bergengsi yang menegaskan bahwa kinerja pengawasan keimigrasian Indonesia diakui di tingkat internasional.
Kepala Kantor Imigrasi Bogor, Ritus Ramadhana, A. Md. Im., S.H., M.Si., menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan warga yang mencurigai keberadaan seorang WNA di sebuah kawasan perumahan yang tidak pernah terlihat keluar rumah. Memanfaatkan informasi publik tersebut, petugas melakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) dan langsung turun ke lapangan.Saat pengawasan dilakukan, petugas menemukan seorang warga negara Jepang di dalam rumah tersebut. Dari hasil pemeriksaan, WNA itu diduga kuat melakukan kejahatan scamming atau penipuan online, dengan menyasar korban yang juga berasal dari Jepang. Modus ini menempatkan Indonesia sebagai lokasi persembunyian sementara pelaku,
memanfaatkan jarak dan kemudahan koneksi digital. "Jadi orang Jepang menipu orang Jepang," jelas Ritus.Sebanyak 28 orang petugas imigrasi melakukan deportasi langsung ke Jepang dengan biayai ditanggung oleh negara Jepang.
Baca Juga: Jaga Warga dari Perdagangan Orang, Imigrasi Bekasi Gerakkan PIMPASA ke Daerah Kantong PMI Keberhasilan membongkar tindak kejahatan dunia maya ini mendapat apresiasi besar dari NPA Jepang dan berkunkung ke Indonesia untuk menyerahkan penghargaan. Penerima penghargaan, antara lain Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko dan Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Jawa Barat, Jaya Saputra.Penghargaan tersebut menjadi energi baru bagi Imigrasi Bogor untuk terus memperkuat pengawasan keimigrasian dan memerangi kejahatan transnasional. Semangat ini diperkuat melalui peran PIMPASA (Petugas Imigrasi Pembina Desa) yang kini makin proaktif turun ke masyarakat. PIMPASA tidak hanya memberikan edukasi serta pencegahan terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyulundupan Manusia (TPPM), tetapi juga mendeteksi keberadaan WNA yang berpotensi melakukan pelanggaran atau kejahatan di wilayah permukiman, apartemen, hotel hingga perkampungan.Imigrasi Bogor menegaskan bahwa masyarakat adalah mitra strategis. Laporan sekecil apa pun mengenai keberadaan WNA mencurigakan menjadi penting dalam membangun benteng pengawasan yang lebih kokoh. Kolaborasi masyarakat dan aparat terbukti mampu menghasilkan capaian luar biasa, bahkan bergaung hingga ke tingkat internasional.
Penghargaan dari Jepang ini menjadi penanda bahwa Imigrasi Bogor tidak hanya bekerja untuk wilayahnya, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya global dalam memerangi kejahatan lintas negara. Prestasi ini sekaligus menjadi komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan, pelayanan, dan respons cepat terhadap setiap potensi ancaman keimigrasian.
Baca Juga: Imigrasi Belawan Sosialisasi Eazy Pasport di Kampus UMA