MATATELINGA, JAKARTA- Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern Jakarta yang kompetitif dan dipenuhi oleh berbagai tuntutan serta pelabelan sosial, kebutuhan akan ruang aman spiritual dan sosok pendukung yang tulus kian dirasakan oleh generasi muda.
Merespons hal tersebut, PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) menggelar sesi diskusi panel reflektif bertajuk "Menelusuri Makna Sejati Seorang Sahabat" di Masjid Istiqlal, Senin (15/06). Diskusi ini menjadi bagian dari penegasan proposisi merek terbaru 16 tahun usia BCA Syariah yaitu semangat "Sahabat Berkahmu".
Baca Juga: Rico Waas Tekankan Pembentukan Karakter dan Disiplin Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045 Diskusi ini membedah bait-bait puitis dan teologis dari naskah Digital Video Campaign (DVC) korporasi yang telah ditayangkan secara meluas di platform digital sejak bulan lalu.
Alih-alih menonjolkan keunggulan angka-angka transaksional perbankan, diskusi ini justru mengeksplorasi secara jujur mengenai tekanan psikologis, pencarian jati diri (soul-searching), hingga pentingnya membangun koneksi kemanusiaan yang inklusif dan setara.
Ivan Gunawan, membagikan refleksi personalnya mengenai dinamika kehidupan urban yang sarat akan penilaian visual.
"Di industri hiburan atau dunia kreatif, kita setiap hari terjebak dalam penilaian orang lain berdasarkan cara berpakaian atau label luar yang dibuat manusia. Ketika saya merenungkan bait kalimat 'Aku ingin menjadi siapa yang baik menurut Tuhan,' itu menjadi titik balik emosional yang sangat memerdekakan jiwa. Kaum urban tidak lagi sekadar mencari lembaga finansial, melainkan sebuah ekosistem pendukung hidup yang memiliki 'hati', sahabat perjalanan yang peduli pada ketenangan nilai hidup, keberkahan sosial, serta menerima kita apa adanya," katanya.
Baca Juga: Gelar Kegiatan Volenteering, Mahasiswa Magister Mercu Buana Bina Generasi Muda Melek Digital Kejujuran rasa ini berhasil ditangkap secara sinematik oleh Fico Loygara selaku Sutradara materi video tersebut. Dari kacamata kreatifnya, ia meruntuhkan tembok kaku visual perbankan konvensional yang biasanya dipenuhi oleh gedung kaca tinggi menjulang atau senyum staf yang formal.
"Kita tidak sedang berjualan tabungan, melainkan memotret kerapuhan dan perjalanan spiritual manusia. Melalui teknik pencahayaan natural dan adegan berskala humanis, seperti meleburnya batasan kelas antara pekerja kantoran, ibu rumah tangga, dan pelaku usaha mikro yang duduk berdampingan, kami ingin menyampaikan bahwa persahabatan sejati yang diusung BCA Syariah dan Masjid Istiqlal adalah persahabatan inklusif yang meniadakan perbedaan dan merangkul semua golongan tanpa syarat."
Narasumber lainnya, Ustaz Halim Ambiya, penggerak dari Tasawuf Underground mengatakan, "Semua orang terlepas dari latar belakangnya berhak untuk mendapatkan kesempatan berubah menjadi sosok yang lebih baik. Mereka membutuhkan sahabat, pendamping yang setia, mengingatkan dan mengajak ke jalan kebaikan. Kesamaan inilah yang membawa BCA Syariah dan Tasawuf Underground hadir bersama pada hari ini. Tasawuf Underground tidak hanya mengajak belajar mengenai spiritualitas tetap juga nilai kemanusiaan agar tumbuh berdaya meraih keberkahan hidup yang seimbang".
Baca Juga: Sinergitas TNI-Polri Wujudkan Generasi Muda Berkarakter, Kapolres Simalungun Hadiri Penutupan Persami KKRI Gelombang III