MATATELINGA - Surabaya : Tak ada ruang bagi narkotika untuk menembus tembok Lapas Kelas I Surabaya di Porong. Komitmen itulah yang terus dijaga Kepala Lapas Kelas I Surabaya di Porong, Sohibur Rachman, melalui penguatan deteksi dini, pemeriksaan berlapis, pemanfaatan teknologi pengamanan dan pembangunan budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas.
Bagi Sohibur, perang melawan narkotika tidak dimulai ketika barang haram itu sudah beredar di dalam
Lapas, melainkan sejak di gerbang masuk. Karena itu, setiap pengunjung dan setiap barang bawaan diperiksa secara menyeluruh tanpa pengecualian. Ketelitian petugas menjadi benteng pertama yang tidak boleh lengah sedikit pun.
Komitmen tersebut kembali membuahkan hasil. Di tengah suasana layanan kunjungan yang berlangsung seperti biasa, dua perempuan datang sebagai pengunjung dan menjalani pemeriksaan sesuai prosedur. Sepintas tidak ada yang berbeda. Namun, kejelian petugas menangkap adanya hal yang mencurigakan.
Baca Juga: 359 Personel Naik Pangkat, Pesan Kapolda Sumut: Nugraha Sakanti Jadi Amanah, dan Tingkatkan Pengabdian Pemeriksaan yang dilakukan lebih mendalam akhirnya mengungkap narkotika jenis sabu yang disembunyikan bersama sejumlah uang tunai. Upaya penyelundupan itu pun berhasil digagalkan sebelum barang haram tersebut masuk ke lingkungan
Lapas, belum lama ini.
Barang bukti segera diamankan, sementara kedua perempuan itu diserahkan kepada aparat kepolisian untuk menjalani proses hukum. Pengembangan perkara kemudian mengarah kepada sejumlah warga binaan yang diduga memiliki keterkaitan dengan rencana penyelundupan tersebut.
Sohibur menegaskan, keberhasilan tersebut bukanlah sebuah kebetulan. Menurutnya, hasil itu merupakan buah dari disiplin seluruh jajaran dalam menjalankan standar operasional pemeriksaan secara konsisten.
"Setiap pengunjung dan barang bawaan diperiksa tanpa pengecualian. Ketelitian petugas menjadi kunci sehingga upaya penyelundupan dapat digagalkan sebelum narkotika beredar di dalam lapas," ujar Sohibur.
Baca Juga: Penyelundupan Diduga Narkotika Digagalkan Petugas P2U Rutan Kelas I Labuhan Deli Ia menambahkan, pihaknya terus memperkuat sinergi dengan kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya sebagai bagian dari upaya memutus mata rantai peredaran narkotika.
Di saat yang sama, kualitas pemeriksaan terus ditingkatkan melalui deteksi dini, penguatan sistem pengamanan, dan pembinaan integritas seluruh petugas.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa
Lapas Surabaya di Porong bukan tempat yang mudah ditembus jaringan peredaran narkotika. Di balik setiap pemeriksaan yang tampak rutin, terdapat profesionalisme, kedisiplinan, dan kewaspadaan tinggi yang menjadi fondasi utama menjaga keamanan Kapas.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan memberantas narkotika tidak selalu lahir dari operasi berskala besar. Sering kali, keberhasilan justru berawal dari kejelian seorang petugas yang menjalankan tugas hariannya dengan penuh tanggung jawab.
Baca Juga: Akhirnya PTN Medan Vonis Bandar Narkoba 10 Tahun Penjara Denda Rp 1 Miliar Dari meja pemeriksaan di pintu masuk, mereka menjadi garda terdepan yang memastikan tidak ada celah bagi narkotika untuk memasuki lingkungan pemasyarakatan.