MATATELINGA - Jakarta : Pelayanan keimigrasian terus bergerak mendekat kepada masyarakat. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur menghadirkan Pasporia Car Free Day (CFD) Sudirman, sebuah layanan publik yang memadukan kemudahan pengurusan paspor dengan aktivitas kesehatan dan interaksi langsung bersama masyarakat.
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Wisma KEIAI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Selain pelayanan paspor, kegiatan juga diisi dengan senam sehat dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis hasil kolaborasi Kantor
Imigrasi Kelas I TPI
Jakarta Timur bersama Rumah Detensi
Imigrasi (Rudenim).
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur, Pungki Handoyo, mengatakan pendekatan pelayanan publik tidak harus selalu berlangsung di balik meja kantor. Menurutnya, kehadiran petugas imigrasi di ruang publik merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan yang semakin mudah dijangkau masyarakat.
Baca Juga: 17 Desa di Deli Serdang Jadi Desa Binaan Imigrasi "Kami ingin pelayanan imigrasi hadir lebih dekat dengan masyarakat. Ketika masyarakat sedang beraktivitas di ruang publik, kami hadir memberikan kemudahan, baik dalam layanan paspor maupun kegiatan yang memberikan manfaat langsung," ujar Pungki Handoyo.
Melalui Pasporia CFD Sudirman, masyarakat dapat memanfaatkan layanan permohonan paspor tanpa harus menjadikan kunjungan ke kantor imigrasi sebagai satu-satunya pilihan untuk mendapatkan pelayanan.
Dalam pelaksanaannya, tercatat 74 pemohon paspor berhasil dilayani. Sebanyak 61 pemohon mengajukan permohonan melalui M-Paspor, sementara 13 pemohon memanfaatkan layanan walk-in.
Seluruh pemohon yang datang berhasil mendapatkan pelayanan, dengan proses pelayanan paspor telah diselesaikan pada pagi hari.
Baca Juga: Semarak HUT ke-81 RI, Imigrasi Belawan gelar layanan program Eazy Paspor di UMA Tidak hanya paspor, sisi lain dari kegiatan tersebut juga memperlihatkan perhatian
Imigrasi terhadap aspek kesehatan masyarakat.
Berkolaborasi dengan Rumah Detensi Imigrasi, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur menghadirkan layanan cek kesehatan gratis yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar asam urat, dan kadar gula darah.
Sebanyak 118 orang masyarakat tercatat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan tersebut.
Bagi Pungki, kolaborasi semacam ini menjadi bagian penting dalam membangun wajah pelayanan pemerintah yang lebih humanis.
Baca Juga: Terindikasi TPPO, Imigrasi Sulut Tunda Keberangkatan 500 WNI "Pelayanan publik harus memberikan pengalaman yang baik kepada masyarakat. Karena itu, kami tidak hanya berbicara tentang dokumen perjalanan, tetapi juga bagaimana kehadiran
Imigrasi bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," katanya.
Semangat tersebut sejalan dengan transformasi pelayanan keimigrasian yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam setiap inovasi layanan. Pasporia CFD Sudirman menjadi salah satu bentuk bagaimana pelayanan keimigrasian dapat dikemas secara lebih terbuka, komunikatif, dan adaptif terhadap aktivitas masyarakat perkotaan.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi dalam layanan paspor maupun kegiatan pendukung. Rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Pungki menegaskan bahwa inovasi pelayanan akan terus dikembangkan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat.Menurutnya, pelayanan imigrasi harus mampu mengikuti perubahan pola aktivitas masyarakat. Kehadiran layanan di ruang publik menjadi salah satu cara untuk membangun komunikasi sekaligus memperkenalkan layanan keimigrasian secara langsung kepada masyarakat.
Baca Juga: Imigrasi Pemalang Perkuat Pengawasan TKA, Layani yang Patuh, Tindak Tegas yang Melanggar "Intinya adalah bagaimana
Imigrasi semakin dekat dengan masyarakat. Kami ingin masyarakat melihat bahwa
Imigrasi bukan hanya tempat mengurus paspor, tetapi juga bagian dari pelayanan publik yang hadir dan memberikan manfaat," tutur Pungki.
Pasporia CFD Sudirman pada akhirnya tidak sekadar menjadi aktivitas pelayanan paspor di tengah keramaian kawasan Sudirman. Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa pelayanan keimigrasian dapat hadir dengan pendekatan yang lebih dekat, sehat, ramah, dan humanis.
Imigrasi untuk rakyat bukan sekadar slogan, tetapi diwujudkan melalui pelayanan yang hadir di tengah masyarakat dan memberikan kemudahan secara nyata.
Baca Juga: Imigrasi Pemalang Perkuat PIMPASA, Sasar Calon ABK untuk Cegah Dini TPPO