SURABAYA - Matatelinga, Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Korea Selatan dan Australia akan diterjunkan ke Polda Jawa Timur, Surabaya, Senin (5/1/2015) besok. Mereka akan membantu proses identifikasi terhadap jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ 8501.Hingga kini, baru sembilan jenazah yang berhasil diidentifikasi tim DVI Polri. Berarti masih tinggal 21 jenazah belum berhasil diidentifikasi di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Surabaya, Jatim.“Besok, tim DVI akan dibantu dari Korea Selatan dan Australia untuk melakukan identifikasi terhadap jenazah,” terang Kapus Dokkes Mabes Polri, Brigjen Arthur Tampi, di Crisis Centre Polda Jatim, Minggu (4/1/2015).Arthur menjelaskan, pihak Korea Selatan dan Australia telah menyatakan kesiapannya untuk membantu proses identifikasi jenazah penumpang pesawat AirAsia. Dengan adanya tambahan anggota DVI, diharapkan bisa mempercepat proses identifikasi korban.“Kami berharap proses identifikasi ini segera selesai. Kemudian diserahkan pada pihak keluarga untuk disemayamkan,” tandasnya.Saat ini Tim DVI Polri juga mendapat bantuan tujuh tenaga dari Singapura untuk membantu proses identifikasi jenazah.Tujuh orang ahli dari Singapura terdiri dari lima orang ahli sidik jari, satu orang ahli gigi dan satu tenaga ahli patologi forensik.(Fit/Okc)