GORONTALO - Matatelinga, Keluarga korban hilangnya pesawat Adam Air pada 1 januari 2007 mendoakan korban AirAsia QZ 8501 dan meminta keluarga yang ditinggalkan tetap tabah.Muzlina Said, istri salah satu korban pesawat Adam Air, mengatakan bahwa kejadian jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501 merupakan musibah yang tidak bisa diduga dan diprediksi siapa pun. Sehingga, perlu adanya ketabahan dan kekuatan batin dalam menghadapi cobaan tersebut. Hal itu, kata dia, sama seperti keluarga korban Adam Air yang hingga saat ini merasakan kesedihan karena pesawat berpenumpang 102 orang itu tidak ditemukan."Saya waktu mendengar infomasi tentang jatuhnya Adam Air dan salah satu penumpang adalah suami, pikiran menjadi kalut dan tidak menentu lagi," kata Muzlina mengenang peristiwa nahas itu.Menurut dia, sebaiknya keluarga pasrah dan terus memanjatkan doa agar jenazah korban AirAsia bisa ditemukan semua, sehingga nantinya setiap saat bisa ziarah ke makam. Itu, lanjutnya, berbeda dengan korban Adam Air yang hingga saat ini tidak ditemukan.Utami Tangahu, anak salah satu korban jatuhnya pesawat Adam Air, mengatakan sebaiknya keluarga korban pesawat AirAsia menunggu sambil berdoa agar upaya yang dilakukan oleh tim yang dikoordinasi oleh Basarnas semakin optimal dan membuahkan hasil dengan bisa ditemukannya korban sebanyak 155 orang."Saya bersama keluarga maklum dengan situasi dan kondisi keluarga pesawat AirAsia yang jatuh, dan berdoa agar selalu diberi kekuatan iman dalam menghadapi cobaan ini," kata Utami.Dia juga berharap nantinya seluruh maskapai penerbangan senantiasa melakukan pemeriksaan secara rutin terhadap pesawat komersial, terutama yang selama ini menjadi andalan masyarakat dalam menempuh perjalanan antarprovinsi maupun ke luar negeri."Insiden ini sudah terjadi maka harus diambil hikmahnya untuk selanjutnya dilakukan pembenahan agar dunia penerbangan Indonesia makin baik," kata Utami.(Fit/Okc)