SIDOARJO – Matatelinga, Siswi SD Khodijah Surabaya, Naura Kanita Rosada (9), yang menjadi korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501, diabadikan menjadi nama perpustakaan di sekolahnya. Diabadikannya nama Naura lantaran korban yang jenazahnya belum berhasil ditemukan ini semasa hidupnya berprestasi di sekolah.“Nama Naura akan kami gunakan sebagai nama perpustakaan,” ujar Mensos Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi rumah duka di Desa Sawotratap, Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur. Khofifah sendiri merupakan Ketua Yayasan Pendidikan Khodijah.Kepada keluarga korban, Khofifah tak lupa menyampaikan belasungkawa dan menyatakan merasa sangat kehilangan salah satu anak didik yang berprestasi. Menurut dia, Naura sejatinya akan mendapat penghargaan di sekolah pada Senin 5 Januari. Dalam kesempatan ini, Khofifah juga ikut mendoakan arwah almarhumah dan keluarga yang turut menjadi korban dengan membacakan tahlil.Sebagaimana diketahui, Naura bersama tiga anggota keluarganya menjadi korban AirAsia QZ 8501 pada penerbangan rute Surabaya-Singapura, Minggu 28 Desember 2014. Hingga kini baru ibu Naura, Hayati Lutfiah, yang sudah ditemukan jenazahnya. Sementara ayah Naura, Joko Suseno dan Sumami, nenek Naura hingga kini masih belum ditemukan jenazahnya.(Fit/Okc)