MATATELINGA - Subang : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Subang terus menghadirkan pembinaan kemandirian sebagai bekal bagi Warga Binaan sebelum kembali ke tengah masyarakat. Salah satunya melalui peternakan ayam petelur yang memberikan keterampilan kerja sekaligus menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab.
Saudara KS,
Warga Binaan dengan perkara Pasal 363 KUHP, menjadi salah satu peserta yang aktif mengikuti pembinaan tersebut. Dalam kesehariannya, ia terlibat langsung dalam pemberian pakan, menjaga kebersihan kandang, merawat ayam, hingga mengumpulkan hasil produksi telur. Dari rutinitas tersebut, Saudara KS mengaku belajar menjadi lebih disiplin, sabar, teliti, dan bertanggung jawab.
"Saya mengikuti kegiatan ini karena ingin belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri. Harapannya, keterampilan yang saya dapat bisa menjadi bekal setelah bebas," ungkap Saudara KS.
Baca Juga: Dari Balik Lapas Menembus Australia, Karya Warga Binaan Jadi Produk Ekspor Kepala Lapas Kelas IIA Subang, Gatot Harisaputro, mengatakan bahwa Lapas merupakan tempat pembinaan yang memberikan kesempatan kepada
Warga Binaan untuk memperbaiki diri sekaligus memperoleh keterampilan yang bermanfaat.
"Lapas Subang adalah tempat untuk membina Warga Binaan agar mereka dapat belajar, berubah, dan memiliki keterampilan sebagai bekal kembali ke masyarakat. Peternakan ayam petelur ini juga menjadi wujud nyata pelaksanaan Asta Cita Presiden dan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan," ujar Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Subang, Gatot Harisaputro.
Secara konkret, pembinaan peternakan ayam petelur bertujuan memberikan pengalaman kerja dan keterampilan beternak yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai peluang kerja maupun usaha mandiri setelah bebas. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana pembentukan etos kerja sekaligus mendukung produktivitas dan ketahanan pangan di lingkungan Lapas Subang.
Melalui pembinaan tersebut, Lapas Subang berharap Warga Binaan dapat kembali ke masyarakat dengan membawa keterampilan, pengalaman, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab sehingga mampu menjalani kehidupan yang lebih mandiri, produktif, dan tidak mengulangi pelanggaran hukum.
Baca Juga: Di Balik Tembok Lapas Indramayu, Warga Binaan Menanam Sayur, Menanam Harapan