JAKARTA - Matatelinga, Ketua Setara Institute, Hendardi, menilai eksekusi mati enam terpidana kasus narkoba menjadi catatan buruk dalam sejarah hak asasi manusia (HAM) Indonesia."Hal itu menjadi catatan buruk kemajuan HAM, khususnya hak hidup warga di awal masa pemerintahan Jokowi-JK," ujar Hendardi.Menurutnya, narkoba adalah musuh umat manusia, tapi kunci pemberantasannya adalah akuntabilitas kinerja aparat penegak hukum."Hukuman yang tegas, yang membuat jera, dan manusiawi. Perlu dicatat, betapa pun jahatnya pelaku kasus narkoba tetap tidak menegasikan hak hidup si pelaku," tegasnya.Hendardi mengatakan, sebanyak apa pun terpidana mati dieksekusi jika aparat penegak hukum tidak serius memberantasnya, narkoba akan tetap menjadi ancaman di negeri ini."Kami mendukung pemberantasan narkoba, tapi tidak dengan mandat pada negara untuk mencabut nyawa warga," pungkasnya. Demikian dilansir Okezone.com, Senin (19/1/2015)(Fit)