JAKARTA - Matatelinga, Partai Demokrat mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait sembilan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang dilantik beberapa waktu lalu. Pasalnya, dari sembilan orang tersebut, enam di antaranya perwakilan dari partai politik pendukung Koalisi Indonesia Hebat (KIH).Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Nurpati mengatakan, Jokowi telah tersandera dengan partai-partai pendukung. Sebab, terlihat dalam memilih Wantimpres, Jokowi disetir oleh partai-partai pendukungnya yakni yang tergabung di Koalisi Indonesia Hebat (KIH)."Jokowi kalang kabut dengan kepentingan koalisi dan intervensi petinggi parpol KIH. Sangat kelihatan menekan dan mengatur Presiden," ujar Andi,di Jakarta, Seperti dilansir Okezone.com, Rabu (21/1/2015).Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) tersebut menambahkan, hak prerogatif Presiden hanyalah sebagai simbol yang tidak berarti bagi KIH. Ia mengatakan, Jokowi seakan terbelenggu dengan tekanan dari KIH. Sebab, seharusnya Wantimpres adalah orang-orang yang netral dari kepentingan partai politik."Jokowi tetap terbelenggu oleh KIH dengan bagi-bagi kursi dan jabatan. Beginilah nasib presiden yang petugas partai dan bukan penentu di partainya," tuturnya.Andi menuturkan, masyarakat harus belajar dalam mencari calon pemimpin berikutnya, bagaimana untuk tidak termakan janji-janji manis. Hal itu seperti yang dahulu didengungkan oleh Jokowi yang menegaskan koalisi tanpa syarat."Suatu pembelajaran ke depan bagi rakyat Indonesia. Mahalnya sebuah realisasi janji kampanye, visi, dan misi yang tidak sekadar ada dalam janji-janji di mulut dan atau tertulis," tuntasnya.(Fit)