JAKARTA - Matatelinga, Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara terkait tudingan dia hendak membersihkan semua orang-orang Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari pemerintahan."Tidak ada itu istilah "Pembersihan orang-orang Bapak SBY", kita tidak sedang mengalami "patahan politik", juga tidak sedang dalam pertempuran antar generasi, justru sekarang ini perjalanan tatanan pemerintahan dilakukan secara gradual dan juga memperhatikan benang merah segala kebijakan," kata Jokowi melalui akun facebook Joko Widodo, Rabu (21/1/2015).Jokowi mengakui adanya kebijakan pemerintahan yang lalu, yang harus diperbaiki. Oleh karena itu, dia sebagai kepala negara berhak untuk memperbaiki hal tersebut."Kebijakan dimasa lalu yang kurang bagus, kita perbaiki, yang sudah bagus kita tingkatkan," ucapnya.Menurutnya, jika ada pergantian posisi di pemerintahan, itu merupakan hal yang biasa dan sebagai bentuk penyegaran."Kalaupun ada pergantian-pergantian pejabat di tubuh pemerintahan itu hanya sirkulasi manajemen pejabat publik, dan itu hal yang biasa untuk penyegaran manajemen tata kelola kebijakan publik," tukasnya.Sebelumnya, pengamat komunikasi politik, Tjipta Lesmana mensinyalir ada upaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan parpol yang tergabung Koalisi Indonesia Hebat (KIH) untuk menyingkirkan orang-orang di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Spekulasi ini muncul setelah Presiden mencopot Kapolri Jenderal Sutarman.Menurutnya, Sutarman akan masuk masa pensiun pada Oktober 2015. Namun, kenapa dilakukan 10 bulan lebih cepat. Ada semacam dosa Sutarman ketika masa kampanye Pilpres yang tidak mampu mengungkap kasus Obor Rakyat."Dosa Sutarman tidak mampu tuntaskan kasus Obor Rakyat. Jokowi benci sekali. Kenapa kasus begitu jelas penghinaan sejak awal enggak bisa dituntaskan," katanya usai diskusi Polemik Sindo Radio di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu 17 Januari 2015(Fit)