JAKARTA - Matatelinga, Presiden Joko Widodo dituntut untuk tegas dan tidak lembek dalam menyelesaikan perseteruan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri. Jokowi perlu turun tangan untuk menyelesaikan perseteruan dua lembaga penegakan hukum ini sehingga tidak berlarut konfliknya.Pengamat Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menilai Jokowi perlu mencontoh apa yang dilakukan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang melakukan intervensi guna menyelesaikan perseteruan KPK-Polri yang dulu juga pernah terjadi di masa kepemimpinannya."Jokowi harus cepat-cepat menyelesaikan ini, enggak apa-apa dia mencontoh sikap SBY yang menyelesaikan kasus cicak buaya dulu itu," kata Pengamat Politik dari Unversitas Paramadina, Hendri Satrio, Minggu (25/1/2015).Menurut Hendri, gesekan yang semakin kuat antara KPK-Polri saat itu memaksa SBY untuk melakukan intevensi guna menyelesaikan kasus tersebut sehingga tidak meresahkan masyarakat. Penyeleseaian ini juga agar kedua lembaga ini dapat kembali bekerja dan tidak hanya mengurusi masalah-masalah seperti ini saja."Jadi Presiden harus menyelesaikan kasus itu demi menyelamatkan kepentingan umum, harusnya Jokowi juga bisa melakukan ini dari sekarang," tuturnya.Hendri menuturkan, masih banyak permasalahan yang harus diselesaikan oleh Jokowi yang baru menjabat sekira tiga bulan sejak dilantik menjadi Presiden. Oleh karenannya, Hendri menyarankan Jokowi untuk tidak malu bila harus meniru SBY dalam menyelesaikan perseteruan KPK-Polri ini."Jokowi jangan malu meniru SBY dalam menyelesaikan kasus yang sama dan pernah dialami SBY saat itu," pungkasnya.Untuk diketahui, mantan Presiden SBY pada tahun 2011 juga pernah bernasib sama seperti Jokowi yang mendapatkan masalah perseteruan antara KPK dengan Polri. Saat itu, strategi yang dipakai Presiden Yudhoyono untuk menyelesaikan masalah Cicak versus Buaya 2011 adalah dengan membentuk tim independen yang dikenal dengan Tim Delapan.Seperti dilansir okezone.com, Minggu (25/1/2015)(Fit)