JAKARTA - Matatelinga, Pemuda Muhammadiyah bersama Indonesia Corruption Watch (ICW) mendeklarasikan gerakan Berjamaah Melawan Korupsi dan membangun Madrasah Antikorupsi di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat.Komisoner KPK, Bambang Widjojanto yang hadir dalam acara tersebut berharap agar gerakan itu tak hanya sebagai seremonial semata."Gerakan ini agar terus berkembang, metamorfose harus didukung. Pertama, tidak akan mungkin gerakan akan meluas bila tidak didukung niat yang kuat. Hanya dengan kekuatan itu kita bisa bersama melawan korupsi," kata Bambang di lokasi, Dilansir laman okezone.com, Minggu (8/2/2015).Bambang belajar dari kisah Nabi Nuh yang berjuang melawan kebatilan selama ratusan tahun dan hanya berhasil menyelamatkan 88 orang dalam perahu besar guna menerjang banjir bandang. Dia meyakini bahwa perjuangan melawan korupsi melalui gerakan yang dilakukan bersama Muhammadiyah bisa mendapat dukungan jauh lebih banyak dari umat Nabi Nuh karena kesadaran masyarakat saat ini sudah jauh lebih maju."Saya meyakini lebih dari 1.000 pemuda. Kalau itu terjadi kita menegaskan pernyataan Bung Karno yang membutuhkan 10 pemuda untuk mengguncang dunia. Dengan 1.000 orang ini kita bisa menggetarkan dunia,"Agar bisa menjalankan rencananya itu, BW pun menegaskan harus dilakukan konsolidasi secara konsisten. "Apakah kita mampu fokus pada tujuan. Konsolidasi gerakan harus dilakukan pemberantasan korupsi harus bersemai di seluruh hati pemuda dan seluruh rakyat," tegasnya.Menurutnya, sebuah gerakan yang dibentuk oleh manusia, juga harus ditanamkan pada dirinya sifat Ketuhanan. "Sehebat-hebatnya kita, ada zat paling dahsyat yang paling menaklukkan. Hadirkan Dia (Tuhan) dalam seluruh sikap perbuatan kita. Maka seluruh cita-cita kita akan terwujud tanpa ada yang menghalangi," tandasnya.(Fit)