JAKARTA - Matatelinga, Kunjungan Presiden Jokowi ke Malaysia tak akan banyak mendatangkan manfaat bagi para calon buruh migran atau tenaga kerja Indonesia (TKI), jika tidak disertai tindak lanjut konkrit di antara kedua negara.“Saya tidak yakin dengan kehadiran Presiden Jokowi akan serta merta memperbaiki masalah TKI di Malaysia. Kalau tidak ada tindak lanjut berupa terobosan akan perlindungan dan rekruitmen calon TKI, maka kunjungan tersebut tidak akan memberikan manfaat bagi nasib calon TKI atau TKI,” ujar Anggota Komisi IX DPR RI, Okky Asokawati, di Jakarta, Senin (9/2/2015). Seperti dikutip laman okezone.comSikap pesimis anggota Fraksi PPP tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, keberpihakan negara mulai proses rekrutmen calon TKI, pengawasan keberangkatan dari pihak imigrasi, hingga pengawasan di negara penempatan, khususnya Malaysia, masih di bawah standar.“Sebetulnya kalau pemerintah memang memiliki keberpihakkan kepada kesejahteraan dan perlindungan TKI, maka masalah-masalah yang menyedihkan atau merendahkan martabat bangsa bisa tidak terjadi. Jadi masalah TKI informal kita bisa atasi dari dalam negeri sendiri,” ulasnya.Situasi menyedihkan semacam ini, ujar dia, jauh berbeda dengan nasib tenaga informal yang dikirim dari Philipina dan negara-negara lain. Sistem rekrutmen, pelatihan, pengiriman dan pengawasan di negara penempatan sangat intens. “Negara hadir di situ,” tegasnya.Perhatian Okky terhadap buruh migran bukan kali ini saja. Sebelumnya, dia sudah pernah meminta kepada pihak Kemenaker sejak periode Menteri Muhaimin Iskandar untuk membuat road map terkait rencana negara hanya akan mengirim TKI formal ke luar negeri pada 2017. “Sayangya, sampai sekarang road map tersebut tidak pernah saya lihat. Dan kembali saya meminta kepada Menaker Hanif Dhakiri,” cetusnya.Dia juga mengingatkan bahwa program moratorium TKI serta pembentukan Satgas Pengawasan TKI yang terdiri dari dua negara, Indonesia dan Malaysia sejak pemerintahan sebelumnya ternyata tidak serta-merta bisa menghentikan tindakan-tindakan yang melecehkan anak bangsa. Langkah tersebut tidak seketika dapat menyelesaikan masalah.Bertolak dari pengalaman ini, Okky menyarankan kepada Menakertrans M Hanif Dhakiri yang juga menyertai Presiden Jokowi ke Malaysia segera merespons dengan terobosan yang baru, bukan bussines as usual.“Dan segera membuat serta melakukan road map untuk pengiriman tenaga-tenaga yang skilled full atau formal. Kalau hal itu tidak dilakukan, maka tidak akan terjadi perbaikan bagi sistem ketenagakerjaan kita khususnya TKI di luar negeri,” tutupnya.(Fit)