JAKARTA – Matatelinga, Politikus PDIP, Emir Moeis, telah menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri terkait kasus pertemuan politik Ketua KPK Abraham Samad dengan beberapa petinggi PDIP menjelang Pilpres 2014.Emir mengaku sama sekali tidak mengenal Abraham Samad. "Saya enggak pernah kenal Samad dan tidak pernah saya bertemu dengan dia (AS)," ujarnya di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2015). Dikutip laman okezone.comIa juga membantah pernah melakukan pertemuan khusus dengan Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto terkait pembicaraan kasus yang menjerat dirinya saat itu."Saya enggak pernah ketemu (Hasto). Saya tahu dari tulisan ‘rumah kaca’," ujarnya.Mantan Ketua Komisi XI DPR itu sama sekali tidak mengetahui mengenai tawaran meringankan hukuman dirinya dalam kasus korupsi PLTU di Lampung."Saya enggak tahu. Saya kan di dalam. Ini pasal kata orang ringan, tapi saya anggapnya ini pasal berat," jelasnya.Emir membantah ada tawaran dari PDIP perihal hukuman yang dia terima di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada 14 April 2014. "Enggak ada (tawaran hukum). Secara otomatis PDIP akan membela kadernya. Saya memang dibela, pengacara saya dari PDIP. Saya berterima kasih dengan PDIP," ungkapnya.Sebelumnya, Emir Moeis divonis dalam suap Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tarahan, Lampung, pada 2004. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta pun memvonis politikus PDIP itu tiga tahun penjara dan denda Rp150 juta subsider kurungan tiga bulan penjara.(Fit)