Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Kalau Bukan Restu Mega Dan KIH, Siapa Yang Calonkan Menteri Tedjo Jadi Menteri ?
Polemik Politik

Kalau Bukan Restu Mega Dan KIH, Siapa Yang Calonkan Menteri Tedjo Jadi Menteri ?

Admin - Kamis, 12 Februari 2015 12:13 WIB
google
Menteri Tedjo
JAKARTA - Matatelinga, Jauh hari sebelum ditetapkan sebagai Presiden terpilih, Joko Widodo bersama partai pengusung yakni; PDI Perjuangan, Partai NasDem, Partai Hanura, dan Partai Kebangkitan Bangsa sudah merancang sebuah visi misi berupa 9 program prioritas yang kemudian diberi nama Nawa Cita.

Semangat dalam Nawa Cita itu akan diterapkan ketika Presiden Jokowi bersama Jusuf Kalla menjalankan roda pemerintahannya. Koalisi Indonesia Hebat kemudian menyiapkan figur-figur yang mengerti dan memahami konsep Nawa Cita itu untuk mengisi kabinet Jokowi-JK. 

Namun dalam perjalanannya, ada sejumlah menteri yang ditunjuk bukan berdasar rekomendasi Koalisi Indonesia Hebat. Dua di antaranya adalah Tedjo Edhy Purdijatno sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan dan Luhut Binsar Panjaitan sebagai Kepala Staf Kepresidenan. 

Sementara Tedjo Edhy - yang pernah menyebut pendukung KPK sebagai rakyat nggak jelas - menurut sumber tersebut tidak terlibat dalam penyusunan konsep Nawa Cita dan belum tentu memahami cita-cita Trisakti yang digelorakan Bung Karno.

"Skenario Teuku Umar (jalan Teuku Umar), Menko Polhukam itu Ryamizard Ryacudu," kata sumber yang tak mau disebutkan namanya itu. 

Soal skenario itu pernah disebut oleh mantan penasihat Tim Transisi Jokowi-Jusuf Kalla, AM Hendropriyono. Menurut Hendro pemilihan Luhut Panjaitan sebagai Kepala Staf Kepresidenan berlawanan dengan dengan parpol-parpol pendukung Jokowi.

Bila tanpa restu Mega dan KIH, siapa yang merekomendasikan Tedjo Edhy?

Sumber mengatakan ada elite di Koalisi Indonesia Hebat yang mengatasnamakan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati dan mendesak Jokowi memasukkan nama Tedjo Edhy sebagai menteri. Penunjukan Tedjo Edhy, mantan KSAL yang menjadi politisi Nasdem, mengakibatkan hubungan Presiden Jokowi dengan politisi PDI Perjuangan pun memanas. 

Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto membantah kabar bahwa hubungan Istana dengan PDI Perjuangan dan KIH memanas akibat beberapa nama yang diangkat menjadi menteri. 

Menurut dia hubungan pemerintah dengan PDIP dan KIH sebagai partai pendukung saat ini juga baik-baik saja. "Secara informal personal nggak ada masalah. Secara formal tidak ada tugas saya sebagai Seskab ke parpol mana pun. Secara informal personal dengan PDIP berjalan baik," kata Andi kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2015) malam. 

Demikian dilansir laman detik.com, Kamis (12/2/2015)

(Fit)


Tag:

Berita Terkait

Nasional

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Nasional

Penundaan Pembukaan Jembatan Internasional Gordie Howe, Tantang Keras Pemimpin Kanada

Nasional

Rayakan Ultah Ibu Mega Robi Barus Potong Tumpeng dan Tanam Pohon di Bantaran Sungai

Nasional

Pusat Kuliner Pasar Mega Legenda Batam Terbakar

Nasional

GREAT Institute: Pemimpin Dunia Harus Kecam Aksi Koboi Trump

Nasional

Wali Kota Medan Ikuti RUPS-LB, Hasilkan Keputusan Perubahan PT Bank Sumut